Brno - Duel sengit Jorge Lorenzo dengan Dani Pedrosa berakhir dramatis di akhir balapan. Menyalip rivalnya itu di tikungan terakhir lap terakhir, Pedrosa tampil sebagai juara di sirkuit Brno.
Itulah hasil MotoGP Republik Ceko yang berlangsung Minggu (26/8/2012) petang, yang sedari awal lebih menyuguhkan pertarungan Lorenzo dan Pedrosa, menyusul absennya Casey Stoner yang sedang cedera, dan pebalap-pebalap lain memang kelasnya jauh di bawah mereka, termasuk Valentino Rossi.
Lorenzo sempat dominan. Start di posisi terdepan, pebalap Yamaha itu mengamankan posisinya di tikungan pertama lap pertama, dan berhasil mempertahankannya sampai putaran ke-12.
Pedrosa, yang tampak sabar menguntit Lorenzo, untuk pertama kalinya berhasil menyalip lawannya itu di trek lurus menjelang sebuah tikungan di lap 12. Setelah itu, di sisa 10 lap, pertarungan mereka menjadi lebih menjanjikan.
Di pertengahan lap terakhir, Lorenzo melakukan manuver sangat jitu dan berani. Ia mengambil Pedrosa dari sudut dalam tikungan. Overtake yang sangat rapat.
Duel berlanjut. Semakin mendekati garis finis potensi susul-menyusul kedua pebalap kian besar. Puncaknya terjadi di tikungan terakhir. Pedrosa berhasil mengalahkan kecepatan Lorenzo di trek lurus, dan menjaga posisinya setelah membelok, sampai kemudian menyentuh garis finis sebagai pemenang.
Ini adalah kali ketiga Pedrosa tampil sebagai juara di musim ini, termasuk di seri sebelumnya pekan lalu di Indianapolis. Total rider Repsol Honda itu naik podium 11 kali dari 12 seri.
Akan tetapi itu belum membuatnya menyalip Lorenzo di puncak klasemen sementara. Lorenzo, yang sudah naik podium teratas lima kali di musim ini, masih memimpin perolehan poin dengan nilai 245, unggul 13 angka dari Pedrosa.
Posisi ketiga di Brno ditempati pebalap Tech 3 Yamaha, Cal Crutchlow, dan itu adalah podium pertama dalam karier rider Inggris itu di kelas MotoGP, yang sudah dimulainya sejak 2010. Ia memulai balapan hari ini di urutan kedua, dan itu adalah posisi start terbaik dalam kariernya.
Rekan setim Crutchlow, Andrea Dovizioso, finis nomor empat, diikuti Stefan Bradl, Alvaro Bautista, Valentino Rossi, Randy de Puniet, Karel Abraham, dan Aleix Espargaro.
Hasil MotoGP Ceko:
1. Dani Pedrosa Honda 42m51.570s
2. Jorge Lorenzo Yamaha + 0.178s
3. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha + 12.343s
4. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha + 18.591s
5. Stefan Bradl LCR Honda + 25.582s
6. Alvaro Bautista Gresini Honda + 29.451s
7. Valentino Rossi Ducati + 34.514s
8. Randy de Puniet Aspar Aprilia + 1m04.285s
9. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m08.278s
10. Aleix Espargaro Aspar Aprilia + 1m09.972s
11. Toni Elias Pramac Ducati + 1m10.003s
12. Yonny Hernandez Avintia FTR-Kawasaki + 1m24.040s
13. Colin Edwards Forward Suter-BMW + 1m27.898s
14. Michele Pirro Gresini FTR-Honda + 1m36.165s
15. James Ellison Paul Bird Aprilia + 1m40.565s
16. Mattia Pasini Speed Master Aprilia + 1m41.226s
17. Danilo Petrucci Ioda-Aprilia + 1 Lap
Tidak finis
Ivan Silva Avintia FTR-Kawasaki 9 laps
Ben Spies Yamaha 8 laps
Minggu, 26 Agustus 2012
Senin, 20 Agustus 2012
Mesin Spies Bermasalah, Pedrosa Menangi MotoGP Indianapolis
Pebalap tim Repsol Honda, Dani Pedrosa sukses memenangi MotoGP Indianapolis, Amerika Serikat hari Minggu (19/8) waktu setempat. Ini merupakan kemenangan keduanya musim ini.
Pebalap asal Spanyol tersebut diikuti pebalap tim Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo dan pebalap Monster Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso di tempat kedua dan ketiga.
Rekan setim Lorenzo, Ben Spies sejatinya memimpin lomba sejak awal. Namun ketika berusaha mempertahankan posisi dari Pedrosa, mesinnya mengeluarkan asap tebal pada lap keenam. Pebalap tuan rumah itupun terpaksa mengakhiri balapan lebih awal.
Casey Stoner yang membalap dalam keadaan cedera engkel berhasil finis di posisi keempat, diikuti pebalap San Carlo Honda Gresini, Alvaro Bautista di tempat kelima.
Yonny Hernandez dari tim Avintia Blusens berhasil menjadi pebalap CRT tercepat dengan finis di posisi kesembilan.
Berikut hasil balap MotoGP Indianapolis:
1. Dani Pedrosa - Repsol Honda (46m 39.631s)
2. Jorge Lorenzo - Yamaha Factory Racing (46m 50.454s)
3. Andrea Dovizioso - Monster Yamaha Tech 3 (46m 56.941s)
4. Casey Stoner - Repsol Honda (46m 59.434s)
5. Alvaro Bautista - San Carlo Honda Gresini (47m 02.187s)
6. Stefan Bradl - LCR Honda MotoGP (47m 09.703s)
7. Valentino Rossi - Ducati Team (47m 37.245s)
8. Karel Abraham - Cardion AB Motoracing (47m 48.073s)
9. Yonny Hernandez - Avintia Blusens (47m 50.737s)
10. Aleix Espargaro - Power Electronics Aspar (47m 53.710s)
11. Toni Elias - Pramac Racing (48m 05.936s)
12. Ivan Silva - Avintia Blusens (48m 19.905s)
13. Colin Edwards - NGM Forward Racing (+1 lap)
14. James Ellison - Paul Bird Motorsport (+1 lap)
15. Steve Rapp - Attack Performance (+1 lap)
16. Aaron Yates - GPTech (+1 lap)
Pebalap asal Spanyol tersebut diikuti pebalap tim Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo dan pebalap Monster Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso di tempat kedua dan ketiga.
Rekan setim Lorenzo, Ben Spies sejatinya memimpin lomba sejak awal. Namun ketika berusaha mempertahankan posisi dari Pedrosa, mesinnya mengeluarkan asap tebal pada lap keenam. Pebalap tuan rumah itupun terpaksa mengakhiri balapan lebih awal.
Casey Stoner yang membalap dalam keadaan cedera engkel berhasil finis di posisi keempat, diikuti pebalap San Carlo Honda Gresini, Alvaro Bautista di tempat kelima.
Yonny Hernandez dari tim Avintia Blusens berhasil menjadi pebalap CRT tercepat dengan finis di posisi kesembilan.
Berikut hasil balap MotoGP Indianapolis:
1. Dani Pedrosa - Repsol Honda (46m 39.631s)
2. Jorge Lorenzo - Yamaha Factory Racing (46m 50.454s)
3. Andrea Dovizioso - Monster Yamaha Tech 3 (46m 56.941s)
4. Casey Stoner - Repsol Honda (46m 59.434s)
5. Alvaro Bautista - San Carlo Honda Gresini (47m 02.187s)
6. Stefan Bradl - LCR Honda MotoGP (47m 09.703s)
7. Valentino Rossi - Ducati Team (47m 37.245s)
8. Karel Abraham - Cardion AB Motoracing (47m 48.073s)
9. Yonny Hernandez - Avintia Blusens (47m 50.737s)
10. Aleix Espargaro - Power Electronics Aspar (47m 53.710s)
11. Toni Elias - Pramac Racing (48m 05.936s)
12. Ivan Silva - Avintia Blusens (48m 19.905s)
13. Colin Edwards - NGM Forward Racing (+1 lap)
14. James Ellison - Paul Bird Motorsport (+1 lap)
15. Steve Rapp - Attack Performance (+1 lap)
16. Aaron Yates - GPTech (+1 lap)
Rossi-Lorenzo Setuju Tak Ada Dinding Pemisah
Sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi mengaku akan sulit baginya mengalahkan Jorge Lorenzo tahun depan. Kerja sama Ducati dengan pebalap Italia itu akhir berakhir tahun ini dan ia memutuskan kembali ke Yamaha.
Rossi dan Lorenzo pernah menjadi rekan setim pada tahun 2008-2010. Rossi memenangkan gelar dunia pada tahun 2008 dan 2009, sementara Lorenzo pada tahun 2010.
Menurut The Doctor, situasi di Yamaha telah berubah dibandingkan tahun 2008 silam, yakni di saat Lorenzo pertama kali membalap di MotoGP.
"Kini, Jorge merupakan pebalap utama di Yamaha. Hubungan kami juga membaik. Kami saling menghormati. Saya yakin kami bisa menjadi rekan setim yang hebat," ujarnya.
Rossi juga menambahkan bahwa mengalahkan Lorenzo adalah hal yang sulit. Ia pun mengaku hanya ingin membalap di atas motor yang kompetitif.
"Dua musim ke depan akan sangat berat. Apalagi saya akan kembali bertandem dengan Jorge. Akan sulit mengalahkannya, karena kini ia melaju sangat cepat," lanjutnya. "Saya hanya ingin menikmati balapan. Saya hampir sampai di penghujung karir, jadi saya ingin mencari kesenangan di lintasan."
Pebalap berusia 33 tahun tersebut juga menyatakan bahwa Lorenzo selalu membalap tanpa kesalahan. "Jorge lebih kuat ketimbang ketika kami masih satu tim. Ia mengendarai YZR-M1 dengan baik dan tanpa kesalahan. Saya tak yakin bisa menyamai levelnya," tandas Rossi.
Kedua pebalap tersebut juga sepakat dinding pemisah yang dulu ada antara pitbox mereka dihilangkan. "Tidak akan ada lagi dinding pemisah. Kami akan bekerja sangat dekat, bila Jorge setuju," ujarnya sambil tersenyum.
Lorenzo pun menanggapi dengan pendapat positif. "Tak masalah. Saya selalu menganggap dinding pemisah adalah hal konyol. Saya setuju dengan tidak adanya dinding pemisah, dan saya rasa Vale juga begitu."
Rossi dan Lorenzo pernah menjadi rekan setim pada tahun 2008-2010. Rossi memenangkan gelar dunia pada tahun 2008 dan 2009, sementara Lorenzo pada tahun 2010.
Menurut The Doctor, situasi di Yamaha telah berubah dibandingkan tahun 2008 silam, yakni di saat Lorenzo pertama kali membalap di MotoGP.
"Kini, Jorge merupakan pebalap utama di Yamaha. Hubungan kami juga membaik. Kami saling menghormati. Saya yakin kami bisa menjadi rekan setim yang hebat," ujarnya.
Rossi juga menambahkan bahwa mengalahkan Lorenzo adalah hal yang sulit. Ia pun mengaku hanya ingin membalap di atas motor yang kompetitif.
"Dua musim ke depan akan sangat berat. Apalagi saya akan kembali bertandem dengan Jorge. Akan sulit mengalahkannya, karena kini ia melaju sangat cepat," lanjutnya. "Saya hanya ingin menikmati balapan. Saya hampir sampai di penghujung karir, jadi saya ingin mencari kesenangan di lintasan."
Pebalap berusia 33 tahun tersebut juga menyatakan bahwa Lorenzo selalu membalap tanpa kesalahan. "Jorge lebih kuat ketimbang ketika kami masih satu tim. Ia mengendarai YZR-M1 dengan baik dan tanpa kesalahan. Saya tak yakin bisa menyamai levelnya," tandas Rossi.
Kedua pebalap tersebut juga sepakat dinding pemisah yang dulu ada antara pitbox mereka dihilangkan. "Tidak akan ada lagi dinding pemisah. Kami akan bekerja sangat dekat, bila Jorge setuju," ujarnya sambil tersenyum.
Lorenzo pun menanggapi dengan pendapat positif. "Tak masalah. Saya selalu menganggap dinding pemisah adalah hal konyol. Saya setuju dengan tidak adanya dinding pemisah, dan saya rasa Vale juga begitu."
Lorenzo Sangat Senang Bisa Finis di Belakang Pedrosa
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengakui dirinya sangat puas bisa menjadi runner-up GP Indianapolis, Minggu (19/8/2012) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Pasalnya, selama akhir pekan dia mengalami kesulitan, terutama dalam hal kecepatan.
Sebelumnya, Lorenzo sudah mengakui bagaimana kesulitan yang dihadapinya menjelang GP Indianapolis. Pemimpin klasemen sementara ini mengatakan bahwa mereka tak mampu menemukan pengesetan yang bagus sehingga bisa bersaing di barisan depan.
Namun sedikit perubahan yang dilakukan membuat Lorenzo tampil impresif saat kualifikasi, sehingga dia bisa start dari posisi kedua. Padahal selama latihan bebas, juara dunia 2010 ini kerab terlempar dari posisi lima besar.
Ketika balapan dimulai, Lorenzo turun ke urutan ketiga. Dia tampak tak terlalu ngotot untuk bersaing dengan rekan setimnya, Ben Spies, serta pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang akhirnya memenangkan balapan seri ke-11 itu. Rupanya keberuntungan menaungi pebalap Spanyol ini, karena Spies mengalami kegagalan mesin dan tak mampu melanjutkan lomba, sehingga dia mendatang keuntungan dengan finis di posisi kedua.
"Ini benar-benar akhir pekan yang sangat sulit, mungkin menjadi yang tersulit selama musim ini," ujar Lorenzo. "Jadi bagi kami, banya perubahan pada motor saat kualifikasi dan sempat memiliki kemungkinan untuk bertarung dengan Dani hari ini merupakan hal yang fantastis.
"Hal yang disesalkan adalah mungkin karena kami tidak bisa menggunakan ban keras dengan performa bagus. Dengan ban lunak, sejak pertengahan lomba hingga akhir, mengalami penyusutan yang sangat banyak, sehingga saya harus mengurangi kecepatanku."
Bos tim, Wilco Zeelenberg, merasa senang dengan pencapaian Lorenzo, yang berhasil mengamankan posisi kedua. Dia juga mengakui bahwa balapan di Indianapolis merupakan sebuah anomali.
"Kami sangat senang dengan posisi kedua ini. Ini merupakan akhir pekan yang sangat sulit bagi kami, meskipun saat kualifikasi hari Sabtu kami mengalami sebuah langkah besar," jelas Zeelenberg.
"Kedua di belakang Dani merupakan sebuah hasil yang hebat dan sebuah langkah bagus untuk menghadapi balapan berikutnya.
"Kami berharap akan sedikit mengalami kesulitan pada hari Jumat di Brno, yang mana sirkuitnya lebih cocok bagi kami," tambah pria asal Belanda itu.
Meskipun kalah bersaing dengan Pedrosa, tetapi Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara. Saat ini dia unggul 18 poin atas kompatriotnya asal Spanyol itu.
Sebelumnya, Lorenzo sudah mengakui bagaimana kesulitan yang dihadapinya menjelang GP Indianapolis. Pemimpin klasemen sementara ini mengatakan bahwa mereka tak mampu menemukan pengesetan yang bagus sehingga bisa bersaing di barisan depan.
Namun sedikit perubahan yang dilakukan membuat Lorenzo tampil impresif saat kualifikasi, sehingga dia bisa start dari posisi kedua. Padahal selama latihan bebas, juara dunia 2010 ini kerab terlempar dari posisi lima besar.
Ketika balapan dimulai, Lorenzo turun ke urutan ketiga. Dia tampak tak terlalu ngotot untuk bersaing dengan rekan setimnya, Ben Spies, serta pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang akhirnya memenangkan balapan seri ke-11 itu. Rupanya keberuntungan menaungi pebalap Spanyol ini, karena Spies mengalami kegagalan mesin dan tak mampu melanjutkan lomba, sehingga dia mendatang keuntungan dengan finis di posisi kedua.
"Ini benar-benar akhir pekan yang sangat sulit, mungkin menjadi yang tersulit selama musim ini," ujar Lorenzo. "Jadi bagi kami, banya perubahan pada motor saat kualifikasi dan sempat memiliki kemungkinan untuk bertarung dengan Dani hari ini merupakan hal yang fantastis.
"Hal yang disesalkan adalah mungkin karena kami tidak bisa menggunakan ban keras dengan performa bagus. Dengan ban lunak, sejak pertengahan lomba hingga akhir, mengalami penyusutan yang sangat banyak, sehingga saya harus mengurangi kecepatanku."
Bos tim, Wilco Zeelenberg, merasa senang dengan pencapaian Lorenzo, yang berhasil mengamankan posisi kedua. Dia juga mengakui bahwa balapan di Indianapolis merupakan sebuah anomali.
"Kami sangat senang dengan posisi kedua ini. Ini merupakan akhir pekan yang sangat sulit bagi kami, meskipun saat kualifikasi hari Sabtu kami mengalami sebuah langkah besar," jelas Zeelenberg.
"Kedua di belakang Dani merupakan sebuah hasil yang hebat dan sebuah langkah bagus untuk menghadapi balapan berikutnya.
"Kami berharap akan sedikit mengalami kesulitan pada hari Jumat di Brno, yang mana sirkuitnya lebih cocok bagi kami," tambah pria asal Belanda itu.
Meskipun kalah bersaing dengan Pedrosa, tetapi Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara. Saat ini dia unggul 18 poin atas kompatriotnya asal Spanyol itu.
Kini Dani Pedrosa Tempel Ketat Lorenzo di Papan Klasemen
Indianapolis, Dani Pedrosa sukses memenangi balapan keduanya musim ini di seri Indianapolis. Hasil itu membuatnya menempel ketat Jorge Lorenzo di papan klasemen rider MotoGP musim 2012.
Dalam balapan seri ke-11 yang dihelat di sirkuit Indianapolis, Senin (20/8) malam WIB, Pedrosa sukses menyentuh garis finis pertama dengan waktu 46 menit 39,631 detik atau unggul 10,823 detik dari Lorenzo.
Kemenangan kedua setelah sebelumnya di MotoGP Jerman membuat Pedrosa kini mengoleksi 207 poin atau selisih 18 poin dari Lorenzo (225 poin) yang ada di puncak klasemen.
MotoGP musim ini masih menyisakan tujuh seri lagi dan peluang Pedrosa meraih titel juara dunia pertamanya masih terbuka lebar. Sementara itu Casey Stoner yang finis di posisi ke-4 kini punya 186 poin dan tertinggal 39 poin. Seri ke-12 akan digelar di Brno, Republik Ceko pada 26 Agustus mendatang.
Balapan di Indinapolis dimulai dengan start brilian Ben Spies yang langsung menyalip Dani Pedrosa untuk berada di posisi terdepan. Andrea Dovizioso di posisi ketiga dan diikuti Jorge Lorenzo serta Stefan Bradl.
Casey Stoner yang membalap dengan kondisi kaki kanan cedera turun ke posisi ke-7 di belakang Alvaro Bautista.
Dua lap terlewati Spies masih memimpin di depan namun Pedrosa terus menekannya dan menambah kecepatan motor hingga hanya selisih 0,5 detik. Lorenzo masih setia menguntit di posisi ketiga usai menyalip Dovizioso di lap ke-2.
Di lap ke-4 Spies dan Pedrosa saling melakukan overtake di mana Pedrosa sempat berada di depan sebelum Spies kembali menyusul rider asal Spanyol itu di tikungan. Duel seru antara Spies dan Pedrosa.
Satu lap kemudian Pedrosa berhasil mendahului Spies dan nasib sial menaungi pebalap tuan rumah itu di lap ke-6 ketika harus mengakhiri balapan lebih cepat karena masalah pada motornya yang mengeluarkan asap.
Di lap ke-7 duel antara dua rider Spanyol terjadi dengan Pedrosa berada di depan diikuti oleh Lorenzo. Dovizioso, Bradl dan Stoner di urutan ke-3 hingga ke-5.
Sembilan lap berlalu Pedrosa kembali menjauhkan jarak dengan Lorenzo di posisi kedua dengan selisih 2,510 detik. Dovi, Bradl dan Stoner bertarung memperebutkan posisi ketiga.
Di lap 10 Stoner berhasil menyalip Dovizioso di trek lurus untuk berada di posisi ketiga. Usaha brilian dari Stoner yang sedang diganggu cedera engkel kanannya.
Beberapa lap selanjutnya Pedrosa dan Lorenzo masih berada di posisi terdepan sementara Stoner terlibat duel seru dengan Dovizioso untuk memperebutkan podium ketiga.
Di lap ke-22 akhirnya Dovizioso mampu menyalip Stoner untuk kembali ke posisi ketiga, setelah pebalap Australia itu terlalu melebar saat menikung.
Pedrosa sepertinya tak tertahankan untuk merebut kemenangan di Indianapolis ini setelah memimpin atas Lorenzo dengan jarak 7,5 detik! Dan akhirnya ia jadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis diikuti Lorenzo di urutan kedua.
Dovizioso berhasil mempertahankan podium ketiganya dan salut untuk Stoner yang berhasil finis di urutan ke-4 meskipun dalam kondisi tidak fit akibat cedera.
Dalam balapan seri ke-11 yang dihelat di sirkuit Indianapolis, Senin (20/8) malam WIB, Pedrosa sukses menyentuh garis finis pertama dengan waktu 46 menit 39,631 detik atau unggul 10,823 detik dari Lorenzo.
Kemenangan kedua setelah sebelumnya di MotoGP Jerman membuat Pedrosa kini mengoleksi 207 poin atau selisih 18 poin dari Lorenzo (225 poin) yang ada di puncak klasemen.
MotoGP musim ini masih menyisakan tujuh seri lagi dan peluang Pedrosa meraih titel juara dunia pertamanya masih terbuka lebar. Sementara itu Casey Stoner yang finis di posisi ke-4 kini punya 186 poin dan tertinggal 39 poin. Seri ke-12 akan digelar di Brno, Republik Ceko pada 26 Agustus mendatang.
Balapan di Indinapolis dimulai dengan start brilian Ben Spies yang langsung menyalip Dani Pedrosa untuk berada di posisi terdepan. Andrea Dovizioso di posisi ketiga dan diikuti Jorge Lorenzo serta Stefan Bradl.
Casey Stoner yang membalap dengan kondisi kaki kanan cedera turun ke posisi ke-7 di belakang Alvaro Bautista.
Dua lap terlewati Spies masih memimpin di depan namun Pedrosa terus menekannya dan menambah kecepatan motor hingga hanya selisih 0,5 detik. Lorenzo masih setia menguntit di posisi ketiga usai menyalip Dovizioso di lap ke-2.
Di lap ke-4 Spies dan Pedrosa saling melakukan overtake di mana Pedrosa sempat berada di depan sebelum Spies kembali menyusul rider asal Spanyol itu di tikungan. Duel seru antara Spies dan Pedrosa.
Satu lap kemudian Pedrosa berhasil mendahului Spies dan nasib sial menaungi pebalap tuan rumah itu di lap ke-6 ketika harus mengakhiri balapan lebih cepat karena masalah pada motornya yang mengeluarkan asap.
Di lap ke-7 duel antara dua rider Spanyol terjadi dengan Pedrosa berada di depan diikuti oleh Lorenzo. Dovizioso, Bradl dan Stoner di urutan ke-3 hingga ke-5.
Sembilan lap berlalu Pedrosa kembali menjauhkan jarak dengan Lorenzo di posisi kedua dengan selisih 2,510 detik. Dovi, Bradl dan Stoner bertarung memperebutkan posisi ketiga.
Di lap 10 Stoner berhasil menyalip Dovizioso di trek lurus untuk berada di posisi ketiga. Usaha brilian dari Stoner yang sedang diganggu cedera engkel kanannya.
Beberapa lap selanjutnya Pedrosa dan Lorenzo masih berada di posisi terdepan sementara Stoner terlibat duel seru dengan Dovizioso untuk memperebutkan podium ketiga.
Di lap ke-22 akhirnya Dovizioso mampu menyalip Stoner untuk kembali ke posisi ketiga, setelah pebalap Australia itu terlalu melebar saat menikung.
Pedrosa sepertinya tak tertahankan untuk merebut kemenangan di Indianapolis ini setelah memimpin atas Lorenzo dengan jarak 7,5 detik! Dan akhirnya ia jadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis diikuti Lorenzo di urutan kedua.
Dovizioso berhasil mempertahankan podium ketiganya dan salut untuk Stoner yang berhasil finis di urutan ke-4 meskipun dalam kondisi tidak fit akibat cedera.
Senin, 30 Juli 2012
Stoner Kalahkan Lorenzo untuk Juara di Laguna Seca
Casey Stoner tampil sebagai juara GP Amerika Serikat, Minggu (29/7/2012) atau Senin dini hari WIB. Pebalap Repsol Honda ini mengalahkan rivalnya dari Yamaha, Jorge Lorenzo, yang harus puas finis di posisi kedua, setelah sempat mendominasi balapan hingga lap ke-20, dari total 32 lap yang harus diselesaikan. Sementara itu rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, finis di urutan ketiga.
Dengan hasil seri ke-10 ini, Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan total 205 poin. Posisi kedua ditempati Pedrosa dengan 182 poin, disusul Stoner (173) dan Dovizioso (121), yang finis di posisi keempat. Lorenzo pun berhasil mempertahankan rekor ciamiknya sepanjang musim 2012 ini, di mana hasil terburuknya adalah sebagai runner-up (kecuali di GP Belanda ketika dia kecelakaan dan gagal finis).
Balapan di Laguna Seca ini pun menjadi mimpi buruk bagi pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang mengalami kecelakaan saat tersisa dua lap lagi. Bahkan, motornya mengalami kerusakan parah akibat menabrak pembatas, sedangkan Rossi tak mengalami cedera karena dia langsung berpisah dengan motornya yang meluncur deras menjelang tikungan.
Kecelakaan juga menimpa rekan setim Lorenzo yang musim depan meninggalkan Yamaha, Ben Spies. Padahal, juara dunia Superbike 2009 ini berada dalam posisi yang cukup bagus untuk finis di posisi keempat.
- Jalannya balapan
Lorenzo melakukan start yang sempurna karena saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, pemegang pole position ini langsung melejit di depan, disusul Pedrosa, Stoner, Spies, dan duo Yamaha Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow. Belum separuh perjalanan di lap pembuka ini, Lorenzo dan duo Repsol Honda tersebut sudah memisahkan diri dari para rival, sehingga mereka membentuk satu kelompok terdepan. Sedangkan Michele Pirro dan Randy de Puniet terlibat kecelakaan di tikungan pertama.
Memasuki lap kedua, satu pebalap sudah harus meninggalkan arena balapan. Mantan pebalap MotoGP yang didaulat sebagai pengganti Hector Barbera untuk memperkuat tim Pramac Ducati, Toni Elias, mengalami kecelakaan. Sementara itu Stoner berhasil menyalip Pedrosa di tikungan.
Pada lap keempat, Stoner nyaris melewati Lorenzo dalam duel di sebuah tikungan ke kanan. Tetapi Lorenzo berhasil mempertahankan posisinya. Sedangkan Pedrosa mulai sedikit tertinggal karena terpaut lebih dari 0,4 detik, dan Spies dan para pebalap lain kian jauh di belakang dengan jarak lebih dari 3 detik.
Di bagian belakang, duo Ducati, Nicky Hayden dan Valentino Rossi, tak berdaya mengimbingan kecepatan para lawan mereka. Hayden ada di urutan kesembilan, sedangkan Rossi di urutan ke-10, dan mendapat ancaman dari pebalap tim kategori CRT, Aleix Espargaro. Tentu saja sebuah kenyataan yang sangat buruk bagi tim pabrik, karena kalah bersaing dengan sejumlah tim satelit dari Yamaha dan Honda.
Sampai dengan lap kesembilan, hanya Lorenzo, Stoner dan Pedrosa, yang bertarung ketat untuk memperebutkan kemenangan. Lorenzo, yang mengincar kemenangan di Laguna Seca setalah 2010, masih bertahan di posisi terdepan, meskipun Stoner terus menempelnya. Spies pun dipaksa tak boleh bikin kesalahan, karena Dovizioso dan Crutchlow persis di belakangnya, untuk memperebutkan posisi keempat.
Memasuki lap ke-13, Lorenzo bisa sedikit keluar dari tekanan. Pedrosa dan Stoner terpaksa sedikit mengurangi kecepatan, karena mereka nyaris jatuh akibat getaran yang kencang pada motornya saat keluar dari tikungan. Lorenzo pun membuat jarak lebih dari 0,6 detik dengan Stoner, sedangkan Pedrosa tertinggal sekitar 1,2 detik.
Secara umum, komposisi tak berubah, kecuali Rossi dan Hayden yang berhasil melewati pebalap Gresini Honda, Alvaro Bautista, yang melorot ke urutan ke-10. Sementara itu Lorenzo tetap nyaman di depan, disusul Stoner, Pedrosa, Spies, Dovizioso, Crutchlow, Stefan Bradl.
Lorenzo, yang menguasai Laguna Seca pada latihan terakhir dan kualifikasi, tampaknya sulit untuk ditaklukkan. Pasalnya, pada lap ke-18 dia semakin jauh meninggalkan Stoner. Juara dunia 2010 tersebut unggul lebih dari 1,2 detik. Sementara itu Pedrosa, yang menjadi tercepat pada dua sesi latihan hari pertama, malah semakin jauh karena terpaut lebih dari 2 detik.
Balapan seri ke-10 ini memperlihatkan bagaimana superioritas Lorenzo, Stoner dan Pedrosa. Tiga pebalap ini terlalu jauh meninggalkan lawan-lawannya, karena Spies, yang ada di posisi keempat, terpaut 11,9 detik.
Namun pada lap ke-20, Stoner membuat kejutan. Setelah bisa memangkas gap, juara dunia 2007 dan 2011 ini berhasil mengambilalih kendali balapan ketika menyalip Lorenzo di trek lurus. Tak lama berselang, Yamaha pun harus kehilangan Spies, yang mengalami kecelakaan di turunan Tikungan 11. Bersama dengan motornya, pebalap tuan rumah ini meluncur hingga gravel dan tak mampu melanjutkan lomba.
Stoner, yang memenangi GP Amerika Serikat pada 2007 dan 2011, berada dalam momentum yang sangat bagus. Setelah menyalip Lorenzo, pebalap Australia ini langsung melejit dan membuat jarak 0,8 detik, saat balapan tersisa tujuh lap. Sedangkan di barisan kedua untuk memperebutkan posisi keempat, pertarungan terjadi hanya antara duo Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow.
Pada tiga lap terakhir, justru Dovizioso dan Crutchlow yang menarik perhatian karena persaingan ketat yang mereka tunjukkan, seperti yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Sementara itu Rossi mengalami kecelakaan tunggal, yang membuat Ducati GP12 tunggangannya rusak parah akibat menghantam pembatas. Sebuah akhir pekan yang sangat buruk bagi "The Doctor", yang akan membuat keputusan mengenai masa depannya bersama Ducati selama liburan musim panas setelah balapan ini.
Stoner mengakhiri balapan selama 32 lap ini sebagai pemenang, disusul Lorenzo, Pedrosa, Dovizioso, Crutchlow, Hayden, Bradl, Bautista. Ini menjadi kemenangan keempat Stoner sepanjang 2012 setelah Spanyol, Portugal, dan Belanda.
Setelah GP Amerika Serikat ini, para pebalap memasuki jeda selama tiga pekan, sebelum tampil lagi dalam seri ke-11 di Indianapolis, 19 Agustus mendatang.
Dengan hasil seri ke-10 ini, Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan total 205 poin. Posisi kedua ditempati Pedrosa dengan 182 poin, disusul Stoner (173) dan Dovizioso (121), yang finis di posisi keempat. Lorenzo pun berhasil mempertahankan rekor ciamiknya sepanjang musim 2012 ini, di mana hasil terburuknya adalah sebagai runner-up (kecuali di GP Belanda ketika dia kecelakaan dan gagal finis).
Balapan di Laguna Seca ini pun menjadi mimpi buruk bagi pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang mengalami kecelakaan saat tersisa dua lap lagi. Bahkan, motornya mengalami kerusakan parah akibat menabrak pembatas, sedangkan Rossi tak mengalami cedera karena dia langsung berpisah dengan motornya yang meluncur deras menjelang tikungan.
Kecelakaan juga menimpa rekan setim Lorenzo yang musim depan meninggalkan Yamaha, Ben Spies. Padahal, juara dunia Superbike 2009 ini berada dalam posisi yang cukup bagus untuk finis di posisi keempat.
- Jalannya balapan
Lorenzo melakukan start yang sempurna karena saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, pemegang pole position ini langsung melejit di depan, disusul Pedrosa, Stoner, Spies, dan duo Yamaha Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow. Belum separuh perjalanan di lap pembuka ini, Lorenzo dan duo Repsol Honda tersebut sudah memisahkan diri dari para rival, sehingga mereka membentuk satu kelompok terdepan. Sedangkan Michele Pirro dan Randy de Puniet terlibat kecelakaan di tikungan pertama.
Memasuki lap kedua, satu pebalap sudah harus meninggalkan arena balapan. Mantan pebalap MotoGP yang didaulat sebagai pengganti Hector Barbera untuk memperkuat tim Pramac Ducati, Toni Elias, mengalami kecelakaan. Sementara itu Stoner berhasil menyalip Pedrosa di tikungan.
Pada lap keempat, Stoner nyaris melewati Lorenzo dalam duel di sebuah tikungan ke kanan. Tetapi Lorenzo berhasil mempertahankan posisinya. Sedangkan Pedrosa mulai sedikit tertinggal karena terpaut lebih dari 0,4 detik, dan Spies dan para pebalap lain kian jauh di belakang dengan jarak lebih dari 3 detik.
Di bagian belakang, duo Ducati, Nicky Hayden dan Valentino Rossi, tak berdaya mengimbingan kecepatan para lawan mereka. Hayden ada di urutan kesembilan, sedangkan Rossi di urutan ke-10, dan mendapat ancaman dari pebalap tim kategori CRT, Aleix Espargaro. Tentu saja sebuah kenyataan yang sangat buruk bagi tim pabrik, karena kalah bersaing dengan sejumlah tim satelit dari Yamaha dan Honda.
Sampai dengan lap kesembilan, hanya Lorenzo, Stoner dan Pedrosa, yang bertarung ketat untuk memperebutkan kemenangan. Lorenzo, yang mengincar kemenangan di Laguna Seca setalah 2010, masih bertahan di posisi terdepan, meskipun Stoner terus menempelnya. Spies pun dipaksa tak boleh bikin kesalahan, karena Dovizioso dan Crutchlow persis di belakangnya, untuk memperebutkan posisi keempat.
Memasuki lap ke-13, Lorenzo bisa sedikit keluar dari tekanan. Pedrosa dan Stoner terpaksa sedikit mengurangi kecepatan, karena mereka nyaris jatuh akibat getaran yang kencang pada motornya saat keluar dari tikungan. Lorenzo pun membuat jarak lebih dari 0,6 detik dengan Stoner, sedangkan Pedrosa tertinggal sekitar 1,2 detik.
Secara umum, komposisi tak berubah, kecuali Rossi dan Hayden yang berhasil melewati pebalap Gresini Honda, Alvaro Bautista, yang melorot ke urutan ke-10. Sementara itu Lorenzo tetap nyaman di depan, disusul Stoner, Pedrosa, Spies, Dovizioso, Crutchlow, Stefan Bradl.
Lorenzo, yang menguasai Laguna Seca pada latihan terakhir dan kualifikasi, tampaknya sulit untuk ditaklukkan. Pasalnya, pada lap ke-18 dia semakin jauh meninggalkan Stoner. Juara dunia 2010 tersebut unggul lebih dari 1,2 detik. Sementara itu Pedrosa, yang menjadi tercepat pada dua sesi latihan hari pertama, malah semakin jauh karena terpaut lebih dari 2 detik.
Balapan seri ke-10 ini memperlihatkan bagaimana superioritas Lorenzo, Stoner dan Pedrosa. Tiga pebalap ini terlalu jauh meninggalkan lawan-lawannya, karena Spies, yang ada di posisi keempat, terpaut 11,9 detik.
Namun pada lap ke-20, Stoner membuat kejutan. Setelah bisa memangkas gap, juara dunia 2007 dan 2011 ini berhasil mengambilalih kendali balapan ketika menyalip Lorenzo di trek lurus. Tak lama berselang, Yamaha pun harus kehilangan Spies, yang mengalami kecelakaan di turunan Tikungan 11. Bersama dengan motornya, pebalap tuan rumah ini meluncur hingga gravel dan tak mampu melanjutkan lomba.
Stoner, yang memenangi GP Amerika Serikat pada 2007 dan 2011, berada dalam momentum yang sangat bagus. Setelah menyalip Lorenzo, pebalap Australia ini langsung melejit dan membuat jarak 0,8 detik, saat balapan tersisa tujuh lap. Sedangkan di barisan kedua untuk memperebutkan posisi keempat, pertarungan terjadi hanya antara duo Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow.
Pada tiga lap terakhir, justru Dovizioso dan Crutchlow yang menarik perhatian karena persaingan ketat yang mereka tunjukkan, seperti yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Sementara itu Rossi mengalami kecelakaan tunggal, yang membuat Ducati GP12 tunggangannya rusak parah akibat menghantam pembatas. Sebuah akhir pekan yang sangat buruk bagi "The Doctor", yang akan membuat keputusan mengenai masa depannya bersama Ducati selama liburan musim panas setelah balapan ini.
Stoner mengakhiri balapan selama 32 lap ini sebagai pemenang, disusul Lorenzo, Pedrosa, Dovizioso, Crutchlow, Hayden, Bradl, Bautista. Ini menjadi kemenangan keempat Stoner sepanjang 2012 setelah Spanyol, Portugal, dan Belanda.
Setelah GP Amerika Serikat ini, para pebalap memasuki jeda selama tiga pekan, sebelum tampil lagi dalam seri ke-11 di Indianapolis, 19 Agustus mendatang.
Stoner Kalahkan Lorenzo untuk Juara di Laguna Seca
Casey Stoner tampil sebagai juara GP Amerika Serikat, Minggu (29/7/2012) atau Senin dini hari WIB. Pebalap Repsol Honda ini mengalahkan rivalnya dari Yamaha, Jorge Lorenzo, yang harus puas finis di posisi kedua, setelah sempat mendominasi balapan hingga lap ke-20, dari total 32 lap yang harus diselesaikan. Sementara itu rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, finis di urutan ketiga.
Dengan hasil seri ke-10 ini, Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan total 205 poin. Posisi kedua ditempati Pedrosa dengan 182 poin, disusul Stoner (173) dan Dovizioso (121), yang finis di posisi keempat. Lorenzo pun berhasil mempertahankan rekor ciamiknya sepanjang musim 2012 ini, di mana hasil terburuknya adalah sebagai runner-up (kecuali di GP Belanda ketika dia kecelakaan dan gagal finis).
Balapan di Laguna Seca ini pun menjadi mimpi buruk bagi pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang mengalami kecelakaan saat tersisa dua lap lagi. Bahkan, motornya mengalami kerusakan parah akibat menabrak pembatas, sedangkan Rossi tak mengalami cedera karena dia langsung berpisah dengan motornya yang meluncur deras menjelang tikungan.
Kecelakaan juga menimpa rekan setim Lorenzo yang musim depan meninggalkan Yamaha, Ben Spies. Padahal, juara dunia Superbike 2009 ini berada dalam posisi yang cukup bagus untuk finis di posisi keempat.
- Jalannya balapan
Lorenzo melakukan start yang sempurna karena saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, pemegang pole position ini langsung melejit di depan, disusul Pedrosa, Stoner, Spies, dan duo Yamaha Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow. Belum separuh perjalanan di lap pembuka ini, Lorenzo dan duo Repsol Honda tersebut sudah memisahkan diri dari para rival, sehingga mereka membentuk satu kelompok terdepan. Sedangkan Michele Pirro dan Randy de Puniet terlibat kecelakaan di tikungan pertama.
Memasuki lap kedua, satu pebalap sudah harus meninggalkan arena balapan. Mantan pebalap MotoGP yang didaulat sebagai pengganti Hector Barbera untuk memperkuat tim Pramac Ducati, Toni Elias, mengalami kecelakaan. Sementara itu Stoner berhasil menyalip Pedrosa di tikungan.
Pada lap keempat, Stoner nyaris melewati Lorenzo dalam duel di sebuah tikungan ke kanan. Tetapi Lorenzo berhasil mempertahankan posisinya. Sedangkan Pedrosa mulai sedikit tertinggal karena terpaut lebih dari 0,4 detik, dan Spies dan para pebalap lain kian jauh di belakang dengan jarak lebih dari 3 detik.
Di bagian belakang, duo Ducati, Nicky Hayden dan Valentino Rossi, tak berdaya mengimbingan kecepatan para lawan mereka. Hayden ada di urutan kesembilan, sedangkan Rossi di urutan ke-10, dan mendapat ancaman dari pebalap tim kategori CRT, Aleix Espargaro. Tentu saja sebuah kenyataan yang sangat buruk bagi tim pabrik, karena kalah bersaing dengan sejumlah tim satelit dari Yamaha dan Honda.
Sampai dengan lap kesembilan, hanya Lorenzo, Stoner dan Pedrosa, yang bertarung ketat untuk memperebutkan kemenangan. Lorenzo, yang mengincar kemenangan di Laguna Seca setalah 2010, masih bertahan di posisi terdepan, meskipun Stoner terus menempelnya. Spies pun dipaksa tak boleh bikin kesalahan, karena Dovizioso dan Crutchlow persis di belakangnya, untuk memperebutkan posisi keempat.
Memasuki lap ke-13, Lorenzo bisa sedikit keluar dari tekanan. Pedrosa dan Stoner terpaksa sedikit mengurangi kecepatan, karena mereka nyaris jatuh akibat getaran yang kencang pada motornya saat keluar dari tikungan. Lorenzo pun membuat jarak lebih dari 0,6 detik dengan Stoner, sedangkan Pedrosa tertinggal sekitar 1,2 detik.
Secara umum, komposisi tak berubah, kecuali Rossi dan Hayden yang berhasil melewati pebalap Gresini Honda, Alvaro Bautista, yang melorot ke urutan ke-10. Sementara itu Lorenzo tetap nyaman di depan, disusul Stoner, Pedrosa, Spies, Dovizioso, Crutchlow, Stefan Bradl.
Lorenzo, yang menguasai Laguna Seca pada latihan terakhir dan kualifikasi, tampaknya sulit untuk ditaklukkan. Pasalnya, pada lap ke-18 dia semakin jauh meninggalkan Stoner. Juara dunia 2010 tersebut unggul lebih dari 1,2 detik. Sementara itu Pedrosa, yang menjadi tercepat pada dua sesi latihan hari pertama, malah semakin jauh karena terpaut lebih dari 2 detik.
Balapan seri ke-10 ini memperlihatkan bagaimana superioritas Lorenzo, Stoner dan Pedrosa. Tiga pebalap ini terlalu jauh meninggalkan lawan-lawannya, karena Spies, yang ada di posisi keempat, terpaut 11,9 detik.
Namun pada lap ke-20, Stoner membuat kejutan. Setelah bisa memangkas gap, juara dunia 2007 dan 2011 ini berhasil mengambilalih kendali balapan ketika menyalip Lorenzo di trek lurus. Tak lama berselang, Yamaha pun harus kehilangan Spies, yang mengalami kecelakaan di turunan Tikungan 11. Bersama dengan motornya, pebalap tuan rumah ini meluncur hingga gravel dan tak mampu melanjutkan lomba.
Stoner, yang memenangi GP Amerika Serikat pada 2007 dan 2011, berada dalam momentum yang sangat bagus. Setelah menyalip Lorenzo, pebalap Australia ini langsung melejit dan membuat jarak 0,8 detik, saat balapan tersisa tujuh lap. Sedangkan di barisan kedua untuk memperebutkan posisi keempat, pertarungan terjadi hanya antara duo Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow.
Pada tiga lap terakhir, justru Dovizioso dan Crutchlow yang menarik perhatian karena persaingan ketat yang mereka tunjukkan, seperti yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Sementara itu Rossi mengalami kecelakaan tunggal, yang membuat Ducati GP12 tunggangannya rusak parah akibat menghantam pembatas. Sebuah akhir pekan yang sangat buruk bagi "The Doctor", yang akan membuat keputusan mengenai masa depannya bersama Ducati selama liburan musim panas setelah balapan ini.
Stoner mengakhiri balapan selama 32 lap ini sebagai pemenang, disusul Lorenzo, Pedrosa, Dovizioso, Crutchlow, Hayden, Bradl, Bautista. Ini menjadi kemenangan keempat Stoner sepanjang 2012 setelah Spanyol, Portugal, dan Belanda.
Setelah GP Amerika Serikat ini, para pebalap memasuki jeda selama tiga pekan, sebelum tampil lagi dalam seri ke-11 di Indianapolis, 19 Agustus mendatang.
Dengan hasil seri ke-10 ini, Lorenzo tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan total 205 poin. Posisi kedua ditempati Pedrosa dengan 182 poin, disusul Stoner (173) dan Dovizioso (121), yang finis di posisi keempat. Lorenzo pun berhasil mempertahankan rekor ciamiknya sepanjang musim 2012 ini, di mana hasil terburuknya adalah sebagai runner-up (kecuali di GP Belanda ketika dia kecelakaan dan gagal finis).
Balapan di Laguna Seca ini pun menjadi mimpi buruk bagi pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang mengalami kecelakaan saat tersisa dua lap lagi. Bahkan, motornya mengalami kerusakan parah akibat menabrak pembatas, sedangkan Rossi tak mengalami cedera karena dia langsung berpisah dengan motornya yang meluncur deras menjelang tikungan.
Kecelakaan juga menimpa rekan setim Lorenzo yang musim depan meninggalkan Yamaha, Ben Spies. Padahal, juara dunia Superbike 2009 ini berada dalam posisi yang cukup bagus untuk finis di posisi keempat.
- Jalannya balapan
Lorenzo melakukan start yang sempurna karena saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, pemegang pole position ini langsung melejit di depan, disusul Pedrosa, Stoner, Spies, dan duo Yamaha Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow. Belum separuh perjalanan di lap pembuka ini, Lorenzo dan duo Repsol Honda tersebut sudah memisahkan diri dari para rival, sehingga mereka membentuk satu kelompok terdepan. Sedangkan Michele Pirro dan Randy de Puniet terlibat kecelakaan di tikungan pertama.
Memasuki lap kedua, satu pebalap sudah harus meninggalkan arena balapan. Mantan pebalap MotoGP yang didaulat sebagai pengganti Hector Barbera untuk memperkuat tim Pramac Ducati, Toni Elias, mengalami kecelakaan. Sementara itu Stoner berhasil menyalip Pedrosa di tikungan.
Pada lap keempat, Stoner nyaris melewati Lorenzo dalam duel di sebuah tikungan ke kanan. Tetapi Lorenzo berhasil mempertahankan posisinya. Sedangkan Pedrosa mulai sedikit tertinggal karena terpaut lebih dari 0,4 detik, dan Spies dan para pebalap lain kian jauh di belakang dengan jarak lebih dari 3 detik.
Di bagian belakang, duo Ducati, Nicky Hayden dan Valentino Rossi, tak berdaya mengimbingan kecepatan para lawan mereka. Hayden ada di urutan kesembilan, sedangkan Rossi di urutan ke-10, dan mendapat ancaman dari pebalap tim kategori CRT, Aleix Espargaro. Tentu saja sebuah kenyataan yang sangat buruk bagi tim pabrik, karena kalah bersaing dengan sejumlah tim satelit dari Yamaha dan Honda.
Sampai dengan lap kesembilan, hanya Lorenzo, Stoner dan Pedrosa, yang bertarung ketat untuk memperebutkan kemenangan. Lorenzo, yang mengincar kemenangan di Laguna Seca setalah 2010, masih bertahan di posisi terdepan, meskipun Stoner terus menempelnya. Spies pun dipaksa tak boleh bikin kesalahan, karena Dovizioso dan Crutchlow persis di belakangnya, untuk memperebutkan posisi keempat.
Memasuki lap ke-13, Lorenzo bisa sedikit keluar dari tekanan. Pedrosa dan Stoner terpaksa sedikit mengurangi kecepatan, karena mereka nyaris jatuh akibat getaran yang kencang pada motornya saat keluar dari tikungan. Lorenzo pun membuat jarak lebih dari 0,6 detik dengan Stoner, sedangkan Pedrosa tertinggal sekitar 1,2 detik.
Secara umum, komposisi tak berubah, kecuali Rossi dan Hayden yang berhasil melewati pebalap Gresini Honda, Alvaro Bautista, yang melorot ke urutan ke-10. Sementara itu Lorenzo tetap nyaman di depan, disusul Stoner, Pedrosa, Spies, Dovizioso, Crutchlow, Stefan Bradl.
Lorenzo, yang menguasai Laguna Seca pada latihan terakhir dan kualifikasi, tampaknya sulit untuk ditaklukkan. Pasalnya, pada lap ke-18 dia semakin jauh meninggalkan Stoner. Juara dunia 2010 tersebut unggul lebih dari 1,2 detik. Sementara itu Pedrosa, yang menjadi tercepat pada dua sesi latihan hari pertama, malah semakin jauh karena terpaut lebih dari 2 detik.
Balapan seri ke-10 ini memperlihatkan bagaimana superioritas Lorenzo, Stoner dan Pedrosa. Tiga pebalap ini terlalu jauh meninggalkan lawan-lawannya, karena Spies, yang ada di posisi keempat, terpaut 11,9 detik.
Namun pada lap ke-20, Stoner membuat kejutan. Setelah bisa memangkas gap, juara dunia 2007 dan 2011 ini berhasil mengambilalih kendali balapan ketika menyalip Lorenzo di trek lurus. Tak lama berselang, Yamaha pun harus kehilangan Spies, yang mengalami kecelakaan di turunan Tikungan 11. Bersama dengan motornya, pebalap tuan rumah ini meluncur hingga gravel dan tak mampu melanjutkan lomba.
Stoner, yang memenangi GP Amerika Serikat pada 2007 dan 2011, berada dalam momentum yang sangat bagus. Setelah menyalip Lorenzo, pebalap Australia ini langsung melejit dan membuat jarak 0,8 detik, saat balapan tersisa tujuh lap. Sedangkan di barisan kedua untuk memperebutkan posisi keempat, pertarungan terjadi hanya antara duo Tech 3, Dovizioso dan Crutchlow.
Pada tiga lap terakhir, justru Dovizioso dan Crutchlow yang menarik perhatian karena persaingan ketat yang mereka tunjukkan, seperti yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Sementara itu Rossi mengalami kecelakaan tunggal, yang membuat Ducati GP12 tunggangannya rusak parah akibat menghantam pembatas. Sebuah akhir pekan yang sangat buruk bagi "The Doctor", yang akan membuat keputusan mengenai masa depannya bersama Ducati selama liburan musim panas setelah balapan ini.
Stoner mengakhiri balapan selama 32 lap ini sebagai pemenang, disusul Lorenzo, Pedrosa, Dovizioso, Crutchlow, Hayden, Bradl, Bautista. Ini menjadi kemenangan keempat Stoner sepanjang 2012 setelah Spanyol, Portugal, dan Belanda.
Setelah GP Amerika Serikat ini, para pebalap memasuki jeda selama tiga pekan, sebelum tampil lagi dalam seri ke-11 di Indianapolis, 19 Agustus mendatang.
Langganan:
Postingan (Atom)