Finalmente hoy no ha sido posible la victoria pero nos llevamos un gran segundo
puesto que nos acerca un poco mas al titulo... aaa y a Crutchlow! :)
Finally today was no victory possible but we took a great second place us one step closer to the title ... aaa and Crutchlow! :)
Minggu, 14 Oktober 2012
Lorenzo Komentari Perbedaan Performa di Trek Lurus
Motegi - Jorge Lorenzo mengawali balapan di Sirkuit Motegi dengan baik. Sampai akhirnya ia disalip oleh Dani Pedrosa dan kemenangan pun melayang ke pebalap asal Spanyol itu. Lorenzo pun memberikan sedikit komentar soal performa di trek lurus.
Lorenzo, yang start dari urutan paling depan, memulai balapan dengan baik. Meski terus diikuti oleh Pedrosa di belakangnya, ia berhasil mempertahankan posisinya. Sampai kemudian, balapan memasuki lap ke-13.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus bisa bertarung dengan Dani. Namun, hari ini, kami punya performa yang berbeda di trek lurus," ujar Lorenzo di situs resmi MotoGP.
Pada lap ke-13 itu, Pedrosa masuk dari tikungan lalu menggeber motornya dan menyalip Lorenzo di trek lurus. Sejak saat itu, posisi pebalap Honda itu tak terganggu.
"Dia juga membalap dengan baik hari ini. Saya berusaha untuk mengejarnya, tapi itu mustahil. Mungkin, lain kali akan berbeda," imbuh Lorenzo.
Hasil ini membuat persaingan antar-pebalap masih ketat. Lorenzo memang masih memimpin klasemen dengan nilai 310, tapi Pedrosa membuntutinya dengan nilai 282 di posisi kedua.
"Persaingan menjadi juara makin ketat sekarang. Tapi, kami masih kompetitif dan punya kesempatan untuk menang," ucap Lorenzo.
MotoGP 2012 tinggal menyisakan tiga seri lagi. Setelah MotoGP Malaysia pada 21 Oktober mendatang, balapan akan berlanjut ke Australia dan Valencia.
Lorenzo, yang start dari urutan paling depan, memulai balapan dengan baik. Meski terus diikuti oleh Pedrosa di belakangnya, ia berhasil mempertahankan posisinya. Sampai kemudian, balapan memasuki lap ke-13.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus bisa bertarung dengan Dani. Namun, hari ini, kami punya performa yang berbeda di trek lurus," ujar Lorenzo di situs resmi MotoGP.
Pada lap ke-13 itu, Pedrosa masuk dari tikungan lalu menggeber motornya dan menyalip Lorenzo di trek lurus. Sejak saat itu, posisi pebalap Honda itu tak terganggu.
"Dia juga membalap dengan baik hari ini. Saya berusaha untuk mengejarnya, tapi itu mustahil. Mungkin, lain kali akan berbeda," imbuh Lorenzo.
Hasil ini membuat persaingan antar-pebalap masih ketat. Lorenzo memang masih memimpin klasemen dengan nilai 310, tapi Pedrosa membuntutinya dengan nilai 282 di posisi kedua.
"Persaingan menjadi juara makin ketat sekarang. Tapi, kami masih kompetitif dan punya kesempatan untuk menang," ucap Lorenzo.
MotoGP 2012 tinggal menyisakan tiga seri lagi. Setelah MotoGP Malaysia pada 21 Oktober mendatang, balapan akan berlanjut ke Australia dan Valencia.
Lorenzo Bantah "Mengalah" untuk Cari Aman
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, membantah anggapan bahwa dia sengaja "mengalah" dalam balapan di Sirkuit Motegi, Jepang, Minggu (14/10/2012). Juara dunia 2010 ini mengatakan bahwa dirinya memang tak bisa mengimbangi kecepatan rivalnya dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang meraih kemenangan.
Lorenzo membuat rekor baru saat membuat catatan waktu tercepat saat kualifikasi, Sabtu (13/10), yang membuatnya meraih pole position. Saat balapan pun, pebalap Spanyol ini tampil cukup menjanjikan karena memimpin hingga lap ke-11. Tetapi setelah disalip Pedrosa, Lorenzo tak mampu memberikan perlawanan terhadap kompatriotnya itu.
Saat dilewati Pedrosa di Tikungan 5, Lorenzo sempat memberikan reaksi untuk mengejar. Akan tetapi dua lap berselang, Lorenzo mulai tertinggal satu detik dan dia tampaknya tak mau memaksakan diri untuk kembali berada di depan.
Penampilan yang hampir serupa tersaji dua pekan lalu di Aragon, Spanyol. Lorenzo tampaknya berusaha bermain aman untuk finis di belakang Pedrosa. Tak heran muncul anggapan Lorenzo tak berani fight untuk memperebutkan kemenangan. Dia hanya ingin tampil konsisten untuk selalu finis minimal di urutan kedua, karena dengan cara itu pun Lorenzo sudah bisa mengamankan posisi dan menjadi juara dunia 2012.
Namum Lorenzo menepis anggapan itu. "Saya benar-benar berusaha maksimal untuk bertahan dengan Dani, tetapi hari ini hal tersebut tak mungkin," terang Lorenzo. "Di lintasan lurus, terjadi perbedaan yang sangat besar, dan dia membalap dengan bagus.
"Pada awalnya, saya mencoba untuk membuat gap tetapi tak bisa. Maksimal perbedaan hanya 0,4 detik. Kemudian, ketika Dani menyalip, saya berusaha menyusul tetapi saya tak mampu.
"Tentu saja persaingan di kejuaraan ini makin dekat (akibat hasil ini), tetapi kita akan melihat apa yang terjadi di trek yang lain."
Lorenzo membuat rekor baru saat membuat catatan waktu tercepat saat kualifikasi, Sabtu (13/10), yang membuatnya meraih pole position. Saat balapan pun, pebalap Spanyol ini tampil cukup menjanjikan karena memimpin hingga lap ke-11. Tetapi setelah disalip Pedrosa, Lorenzo tak mampu memberikan perlawanan terhadap kompatriotnya itu.
Saat dilewati Pedrosa di Tikungan 5, Lorenzo sempat memberikan reaksi untuk mengejar. Akan tetapi dua lap berselang, Lorenzo mulai tertinggal satu detik dan dia tampaknya tak mau memaksakan diri untuk kembali berada di depan.
Penampilan yang hampir serupa tersaji dua pekan lalu di Aragon, Spanyol. Lorenzo tampaknya berusaha bermain aman untuk finis di belakang Pedrosa. Tak heran muncul anggapan Lorenzo tak berani fight untuk memperebutkan kemenangan. Dia hanya ingin tampil konsisten untuk selalu finis minimal di urutan kedua, karena dengan cara itu pun Lorenzo sudah bisa mengamankan posisi dan menjadi juara dunia 2012.
Namum Lorenzo menepis anggapan itu. "Saya benar-benar berusaha maksimal untuk bertahan dengan Dani, tetapi hari ini hal tersebut tak mungkin," terang Lorenzo. "Di lintasan lurus, terjadi perbedaan yang sangat besar, dan dia membalap dengan bagus.
"Pada awalnya, saya mencoba untuk membuat gap tetapi tak bisa. Maksimal perbedaan hanya 0,4 detik. Kemudian, ketika Dani menyalip, saya berusaha menyusul tetapi saya tak mampu.
"Tentu saja persaingan di kejuaraan ini makin dekat (akibat hasil ini), tetapi kita akan melihat apa yang terjadi di trek yang lain."
Pedrosa Kecewa Lorenzo Tak "Fight"
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, berhasil mengalahkan Jorge Lorenzo di GP Jepang, Minggu (14/10/2012). Meskipun demikian, pebalap Spanyol ini tak terlalu gembira karena rivalnya dari tim Yamaha tersebut tetap mengontrol pertarungan mereka memperebutkan gelar juara dunia MotoGP musim 2012, setelah finis di posisi kedua.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Pedrosa Kecewa Lorenzo Tak "Fight"
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, berhasil mengalahkan Jorge Lorenzo di GP Jepang, Minggu (14/10/2012). Meskipun demikian, pebalap Spanyol ini tak terlalu gembira karena rivalnya dari tim Yamaha tersebut tetap mengontrol pertarungan mereka memperebutkan gelar juara dunia MotoGP musim 2012, setelah finis di posisi kedua.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Pedrosa Kecewa Lorenzo Tak "Fight"
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, berhasil mengalahkan Jorge Lorenzo di GP Jepang, Minggu (14/10/2012). Meskipun demikian, pebalap Spanyol ini tak terlalu gembira karena rivalnya dari tim Yamaha tersebut tetap mengontrol pertarungan mereka memperebutkan gelar juara dunia MotoGP musim 2012, setelah finis di posisi kedua.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Dalam lima seri terakhir, Pedrosa tampil sangat impresif karena meraih empat kemenangan dari total lima kemenangan sepanjang musim 2012. Ini menjadi rekor pribadi Pedrosa dalam kariernya di arena MotoGP.
Akan tetapi, hasil di Sirkuit Motegi ini tak memberikan dampak yang terlalu sifnifikan karena Pedrosa cuma bisa memangkas lima poin, yang membuatnya masih tertinggal 28 poin dari kompatriotnya tersebut. Padahal, balapan musim ini hanya tersisa tiga seri.
Secara matematis, Pedrosa masih punya peluang untuk mengalahkan Lorenzo dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk merengkuh gelar pertamanya di kelas premier, karena Lorenzo tampil sangat konsisten sepanjang musim ini, di mana dia sudah meraih enam kemenangan dan selalu finis di posisi dua besar.
Inilah yang membuat Pedrosa tak terlalu bahagia meskipun bisa mengalahkan juara dunia 2010 itu. Apalagi, menurut Pedrosa, dalam balapan di Sirkuit Motegi ini Lorenzo tak berusaha maksimal untuk memberikan perlawanan.
"Saya melihat sebuah peluang untuk melewati Jorge dan bisa bertarung bagus di beberapa lap. Dia berusaha bertahan denganku, tetapi kemudian memutuskan untuk bermain aman di posisi kedua," ujar Pedrosa.
"Kami melakukan apa yang kami perlu lakukan, tetapi menjadi sebuah hal yang disesalkan bahwa tak ada pebalap lain yang bisa bertahan dengan kami. Setiap lomba yang saya menang, dia berada di posisi kedua."
Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, Honda sudah berusaha maksimal untuk mengatasi semua persoalan, terutama getaran, yang membuatnya tak bisa maksimal saat kualifikasi, sehingga bisa dikalahkan Lorenzo yang akhirnya meraih pole position.
Menang di Motegi, Pedrosa Tempel Jorge Lorenzo
Memenangi MotoGP Motegi Jepang, Dani Pedrosa terus berusaha mengejar rekan senegaranya, Jorge Lorenzo, dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2012.
Kemenangan kali ini adalah yang kelima bagi Pedrosa di sepanjang musim 2012. Kemenangan ini membawa Pedrosa semakin dekat dengan Lorenzo dengan selisih 28 angka.
Meski begitu jalan Pedrosa untuk merebut gelar juara masih terjal. Pasalnya peluang mLorezo pun masih terbuka lebar. Lorenzo yang finis di posisi kedua terus menjaga momentum keunggulannya atas Pedrosa. Dengan tiga seri tersisa di musim 2012, Lorenzo hanya perlu terus finis satu posisi dibelakang Pedrosa untuk memastikan gelar juara menjadi miliknya.
Pertarungan yang lebih seru justru terjadi dalam perebutan posisi podium ketiga antara Cal Crutchlow dan Alvaro Bautista. Agresivitas yang ditampilkan keduanya membuat beberapa aksi overtaking tidak terelakan. Bahkan singgungan antara keduanya sempat terjadi.
Pada akhirnya, Bautista keluar sebagai pemenang pertarungan tersebut setelah YZR-M1 milik Crutchlow kehabisan bahan bakar pada putaran terakhir. Crutchlow pun terpaksa gagal mencapai finis.
Rekan satu tim Crutchlow, Andrea Doviziosi, finis di posisi keempat diikuti Casey Stoner yang finis di posisi kelima. Balapan yang sulit bagi Stoner setelah sebelumnya absen selama 4 minggu akibat cedera ankle yang ia alami sejak MotoGP Indianapolis.
Stefan Bradl, Valentino Rossi, dan Nicky Hayden finis secara berurutan di posisi enam, tujuh, dan delapan. Pembalap Wild Card Katsuyuki Nakasuga yang mengendarai motor Yamaha tampil kompetitif melalui hasil finis kedelapan.
Hector Barbera menjadi pembalap terakhir yang menghuni posisi sepuluh besar pada lomba kali ini. Sementara itu pembalap CRT terbaik jatuh kepada Aleix Espargaro dari Aspar Aprilia.
Berikut Hasil MotoGP Motegi Jepang 2012:
1. Dani Pedrosa Honda 42m31.569s
2. Jorge Lorenzo Yamaha + 4.275s
3. Alvaro Bautista Gresini Honda + 6.752s
4. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha + 16.397s
5. Casey Stoner Honda + 20.566s
6. Stefan Bradl LCR Honda + 24.567s
7. Valentino Rossi Ducati + 26.072s
8. Nicky Hayden Ducati + 36.724s
9. Katsuyuki Nakasuga Yamaha + 36.794s
10. Hector Barbera Pramac Ducati + 1m10.729s
11. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m15.658s
12. Aleix Espargaro Aspar Aprilia + 1m22.769s
13. Colin Edwards Forward Suter-BMW + 1m24.968s
14. James Ellison Paul Bird Aprilia + 1m29.388s
15. Michele Pirro Gresini FTR-Honda + 1m34.612s
16. Roberto Rolfo Speed Master Aprilia + 1m50.853
Kemenangan kali ini adalah yang kelima bagi Pedrosa di sepanjang musim 2012. Kemenangan ini membawa Pedrosa semakin dekat dengan Lorenzo dengan selisih 28 angka.
Meski begitu jalan Pedrosa untuk merebut gelar juara masih terjal. Pasalnya peluang mLorezo pun masih terbuka lebar. Lorenzo yang finis di posisi kedua terus menjaga momentum keunggulannya atas Pedrosa. Dengan tiga seri tersisa di musim 2012, Lorenzo hanya perlu terus finis satu posisi dibelakang Pedrosa untuk memastikan gelar juara menjadi miliknya.
Pertarungan yang lebih seru justru terjadi dalam perebutan posisi podium ketiga antara Cal Crutchlow dan Alvaro Bautista. Agresivitas yang ditampilkan keduanya membuat beberapa aksi overtaking tidak terelakan. Bahkan singgungan antara keduanya sempat terjadi.
Pada akhirnya, Bautista keluar sebagai pemenang pertarungan tersebut setelah YZR-M1 milik Crutchlow kehabisan bahan bakar pada putaran terakhir. Crutchlow pun terpaksa gagal mencapai finis.
Rekan satu tim Crutchlow, Andrea Doviziosi, finis di posisi keempat diikuti Casey Stoner yang finis di posisi kelima. Balapan yang sulit bagi Stoner setelah sebelumnya absen selama 4 minggu akibat cedera ankle yang ia alami sejak MotoGP Indianapolis.
Stefan Bradl, Valentino Rossi, dan Nicky Hayden finis secara berurutan di posisi enam, tujuh, dan delapan. Pembalap Wild Card Katsuyuki Nakasuga yang mengendarai motor Yamaha tampil kompetitif melalui hasil finis kedelapan.
Hector Barbera menjadi pembalap terakhir yang menghuni posisi sepuluh besar pada lomba kali ini. Sementara itu pembalap CRT terbaik jatuh kepada Aleix Espargaro dari Aspar Aprilia.
Berikut Hasil MotoGP Motegi Jepang 2012:
1. Dani Pedrosa Honda 42m31.569s
2. Jorge Lorenzo Yamaha + 4.275s
3. Alvaro Bautista Gresini Honda + 6.752s
4. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha + 16.397s
5. Casey Stoner Honda + 20.566s
6. Stefan Bradl LCR Honda + 24.567s
7. Valentino Rossi Ducati + 26.072s
8. Nicky Hayden Ducati + 36.724s
9. Katsuyuki Nakasuga Yamaha + 36.794s
10. Hector Barbera Pramac Ducati + 1m10.729s
11. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m15.658s
12. Aleix Espargaro Aspar Aprilia + 1m22.769s
13. Colin Edwards Forward Suter-BMW + 1m24.968s
14. James Ellison Paul Bird Aprilia + 1m29.388s
15. Michele Pirro Gresini FTR-Honda + 1m34.612s
16. Roberto Rolfo Speed Master Aprilia + 1m50.853
Langganan:
Postingan (Atom)
