Blogger Widgets

Selasa, 31 Januari 2012

Motor Jorge Lorenzo Bakal Berlabur Oranye?

Yamaha resmi mengumumkan penandatanganan kerjasama dengan JX Nippon Oil & Energy Corporation (Eneos). Yang menarik, sponsor resmi baru Yamaha itu memiliki ciri warna oranye yang saat ini juga membalut tim rival, Honda.

JX Nippon Oil & Energy Corporation bergabung dengan Yamaha untuk menggantikan posisi Petronas yang mengumumkan pengunduran dirinya di akhir musim 2011 lalu.

"Kesepakatan ini menyambut masuknya perusahaan minyak dan energi itu sebagai Sponsor Baru Resmi dari Tim kelas primer Yamaha Factory Racing yang turun di Kejuaraan Dunia MotoGP," terang sebuah pernyataan di situs Yamaha MotoGP, Senin (30/1/2012).

Nama Eneos, merek dagang produk dari JX Nippon Oil & Energy Corporation, lantas santer dikait-kaitkan dengan Yamaha. Bukan isapan jempol karena itu lantas terbukti.

Namun demikian, belum dijelaskan apakah perjanjian ini akan berimbas kepada tampilan motor Jorge Lorenzo dan Ben Spies di lintasan MotoGP musim depan.

Dengan Eneos memiliki ciri warna kombinasi dari merah, oranye, dan putih, Yamaha yang musim lalu mengusung warna khasnya, biru, sangat mungkin tampil sedikit berbeda atau malah justru mirip-mirip dengan tim Repsol Honda yang memang didominasi warna oranye.

Lorenzo Bersinar Saat Tes Pra-Musim di Sepang

Pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo, membuat kejutan setelah dirinya absen dari tiga balap terakhir musim 2011 karena cedera, dengan mencetak waktu tercepat pada hari pertama tes pra-musim MotoGP pada Selasa (31/1).

Yamaha mendominasi pembukaan pembukaan tes selama tiga hari di Sepang, di mana tiga pebalap mereka berada di posisi empat besar, sementara juara 2011 Casey Stoner dari Australia, masih harus menepi karena menderita cedera punggung, ketika timnya memperkenalkan sepeda motor 1000cc dia yang baru.

Sesi tes ini ditandai oleh momen emosional bagi para pebalap, ketika mereka kembali ke Sepang untuk pertama kalinya, sejak pebalap Honda Marco Simoncelli meninggal di sirkuit ini, akibat kecelakaan fatal di MotoGP Malaysia, pada Oktober.

Pada Senin, ofisial-ofisial tim Honda meletakkan karangan bunga di turn 11, tempat di mana Simoncelli tewas, dan mengadakan mengheningkan cipta.

Lorenzo, mengakhiri musim 2011 lebih cepat setelah ia mendapat cedera saat melakukan pemanasan di Grand Prix Australia.

Namun ia mencetak waktu tercepat pada Selasa di atas sepeda motor Yamaha dia, dalam kondisi yang panas dan lembab, dengan catatan waktu 2 menit 01,657 detik, sementara kompatriotnya, Dani Pedrosa yang menunggangi Honda menjadi pembalap tercepat kedua, dengan torehan waktu 2 menit 02,003 detik.

Pebalap Yamaha, Carl Crutchlow dari Inggris, berada di peringkat ketiga terbaik dengan catatan waktu 2 menit 02,221 detik, sedangkan rekan setimnya, Ben Spies dari AS, menyusul dengan 2 menit 02,234 detik.

Musim ini MotoGP memakai sepeda motor 1000cc, menggantikan sepeda motor 800cc yang dipakai pada tahun lalu.

Kegagalan Stoner untuk tampil menimbulkan pertanyaan apakah dirinya mampu menjaga penampilan terbaiknya dengan sepeda motor baru, setelah dirinya menderita cedera punggung ketika melakukan pemanasan sebelum tes pada pagi hari.

Pedrosa mengabaikan kekuatan Yamaha, dengan mengatakan bahwa dirinya masih berupaya mendapatkan irama untuk Honda barunya.

"Saya terfokus pada diri sendiri. Sepanjang waktu saya sendirian di trek dan tidak bercampur dengan pebalap-pebalap MotoGP lainnya. Saya berharap dapat lebih baik besok. Besok kami akan memulai (untuk menemukan) settingan yang tepat di sepeda motor," ucapnya.

Sesi pagi sempat ditunda karena hujan membuat seluruh area sirkuit basah. Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi, yang kesulitan mencetak prestasi pada musim 2011, menjadi pebalap kelima tercepat, dengan torehan 2 menit 02,392 detik di atas Ducati Desmosedici GP12 dia.

Tes ini akan berakhir pada Kamis, dan diikuti dengan sesi latihan sepanjang tiga hari lain yang akan dimulai pada 28 Februari. Musim MotoGP 2012 akan secara resmi dimulai pada 8 April di Qatar

Lorenzo Merasa Yamaha Punya Potensi Besar

Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, senang dengan aksi perdananya menunggang YZR-M1 mesin 1.000 cc pada latihan resmi pra-musim MotoGP 2012 di Sepang, Malaysia, Selasa (31/1/12). Juara dunia 2010 ini merasa timnya punya potensi untuk merajai era perdana MotoGP mesin 1.000 cc ini.

Pernyataan Lorenzo sangat beralasan, karena dia mencatatkan diri sebagai pebalap tercepat pada hari pertama latihan ini. Padahal, ini merupakan aksi perdananya pasca-cedera putus jari manis tangan kanan akibat kecelakaan di Philip Island, Australia, bulan Oktober lalu.

Pebalap nomor satu Yamaha ini mencatat waktu lebih cepat 0,3 detik atas rivalnya dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa. Sementara itu rekan setim Pedrosa, yang berstatus juara bertahan, Casey Stoner, tak bisa menyelesaikan sesi hari pertama ini karena mengalami cedera ringan pada punggung, saat melakukan pemanasan.

"Saya sangat senang dengan hari ini karena sangat positif, meskipun baru pertama menunggang motornya," ujar pebalap asal Spanyol tersebut.

"Yamaha sudah bekerja sangat keras sepanjang musim dingin untuk M1 ini. Saya bisa dengan sangat mudah ketika harus beradaptasi dengan gaya membalapku untuk motor ini, dan saya bisa melihat potensinya yang besar.

"Kami masih memiliki banyak area yang bisa ditingkatkan, sehingga saya menantikan untuk memulainya lagi besok."

Mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini pun mengakui, cederanya tak mengganggu. Tak ada efek akibat operasi penyambungan jarinya tersebut.

"Saya juga sangat senang, karena jariku baik-baik saja dan sama sekali tidak memberikan efek saat aku membalap," terang Lorenzo.

Minggu, 22 Januari 2012

Stoner: Lorenzo Rival Terberat Saya

Juara MotoGP 2011, Casey Stoner ingin kembali meraih gelar juara pada musim balapan 2012 nanti. Namun, terlepas dari ketatnya persaingan di musim 2012 yang akan datang, Stoner lebih mewaspadai Jorge Lorenzo sebagai saingannya.

Seperti diketahui, pembalap Repsol Honda ini berhasil tampil dengan gemilang pada musim 2011 dan dengan mulus meraih gelar juara. Pada akhir musim dirinya berhasil mejadi pemuncak klasemen dengan torehan 350 poin, sedangkan Lorenzo menempelnya di posisi kedua dengan 90 poin.

Oleh karena itu, Stoner lebih mewaspadai pembalap asal tim Yamaha tersebut. Ia menilai Lorenzo telah tampil cukup kompetitif dan akan menjadi pesaing terkuat baginya dalam meraih gelar juara kembali.

“Jorge (Lorenzo) akan menjadi pesaing utama saya. Ia telah menjadi juara pada 2010 dan menempati posisi kedua di tahun 2011. Dirinya akan selalu muncul di sana untuk kembali bertarung, “ ujar Stoner seperti dikutip AS, Minggu (22/1/2012).

Selain menilai Lorenzo sebagai penghambatnya di musim depan, ia juga meyakini pembalap Andrea Dovizioso akan ikut kedalam persaingan sengit bersama tim barunya.

Namun, pada musim 2012 nanti Stoner menyayangkan ajang balapan kali ini harus berlangsung tanpa Marco Simoncelli yang meninggal di seri Valencia musim lalu.

“Sungguh disayangkan kita harus kehilangan Marco (Simoncelli) yang saya cukup yakin akan ikut dalam persaingan di musim depan,” pungkasnya.

Ini yang Dilakukan Lorenzo Saat Cemas dan Tegang


Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku kerab merasa cemas dan diliputi perasaan menegangkan menjelang sebuah balapan. Tetapi, juara dunia MotoGP 2010 ini punya resep untuk menghilangkan ketegangan tersebut.

"Ketika sedang dalam situasi yang menegangkan dan cemas, saya mendengarkan musik beraliran rock. Selain itu, meditasi juga bisa mengatasi hal tersebut," ujar Lorenzo, dalam wawancara pekan lalu di Hotel Mulia, Jakarta.

Pebalap asal Spanyol ini menambahkan, grup musik yang menjadi favoritnya adalah "Linkin Park" dan "Red Hot Chili Peppers". Maka, sebagian besar lagu yang dinikmati adalah dari dua grup tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Lorenzo juga berbicara tentang bakat lain yang dimilikinya. Mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini mengaku dirinya juga diberikan talenta sebagai seorang pelukis, meskipun bakat itu tak berkembang dengan baik karena dia harus fokus melakukan tur keliling dunia untuk balapan.

"Tak ada yang tahu tentang hidup ini. Tetapi ketika masih kecil, saya suka melukis," ujar Lorenzo, menjawab pertanyaan tentang pilihan hidupnya jika dia bukan seorang pebalap.

"Saya seorang yang artistik dan suka melukis, meskipun sekarang mungkin sudah berkurang karena tak pernah latihan. Tapi saya masih punya imajinasi yang tinggi," tambahnya.

Sebagai bukti dirinya masih imajinatif, Lorenzo menuturkan bahwa dia sendiri yang mendesain nomor 99 yang akan dipakainya pada MotoGP musim 2012. Hanya saja, pria yang suka dengan logo Rock Star (menjadi sponsornya) ini tak mau membeberkan apapun tentang model desainnya tersebut. "Nanti tidak menjadi kejutan," kilahnya.

Mengidolakan Messi dan menyukai Ronaldo

Lorenzo juga punya hobi bermain sepak bola. Dia mencoba untuk bernostalgia, bahwa ketika kecil kerab memainkan olahraga tersebut, meskipun sekarang tak terlalu sering lagi karena lututnya sakit. Posisi favoritnya adalah striker, dan klub kesayangan adalah Barcelona.

"Sebagai fans Barcelona, saya mengidolakan Lionel Messi. Meskipun demikian, saya juga menyukai pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo, karena dia memiliki karakter yang kuat," jelas runner-up MotoGP 2011 ini.

Tentang peluang Barcelona pada musim ini, Lorenzo punya pandangan bahwa Carles Puyol dan kawan-kawan sulit mempertahankan gelar juara La Liga. Akan tetapi, Barca berpeluang besar menjadi juara Liga Champions.

"Di liga tampaknya sulit untuk menjadi juara. Tetapi di Liga Champions, saya yakin Barcelona yang menjadi juara," ujar Lorenzo, yang mengaku tak terlalu menyukai dunia hiburan malam alias dugem, karena dirinya lebih senang menikmati momen yang tenang.

Kamis, 19 Januari 2012

Lorenzo: Jagalah Keindahan Indonesia

Jakarta - Jorge Lorenzo bercerita sedikit soal hobinya berselancar di dunia maya. Ia menyebut Indonesia sebagai negara keduanya dan ingin mengunjungi negeri ini kembali dengan status sebagai juara dunia.

Lorenzo memang cukup aktif di dunia social networking. Akun Twitter-nya sudah di-follow 382.027 orang, sementara akun resmi Facebook-nya diikuti oleh 403.371.

Tak hanya itu, Lorenzo juga dikenal menyukai sepakbola, dan dia adalah fans seorang fans Barcelona, dan bertempat tinggal pula di kota tersebut.

Detiksport mendapat kesempatan mewawancarai juara dunia MotoGP 2010 ini di Hotel Mulia, Senayan, Minggu (15/1/2012) pagi WIB. Berikut petikan wawancara yang dilakukan bersama beberapa media yang diundang PT Yamaha Kencana Indonesia.

Selamat Malam, Jorge. Apa kabarnya? Senang datang kembali ke Indonesia

I'm fine, Thank You! Senang rasanya bisa kembali ke Indonesia lagi.

Pertanyaan pertama saya. Selama libur pra musim ini, apa yang Anda lakukan?

Saya lebih banyak melakukan latihan fisik. Saya berlari di gunung, Selasa dan Rabu saya berlatih pilates dan yoga. Kamisnya saya bermain motorkros dan hampir sepanjang minggu saya berlatih demi persiapan untuk musim baru.

Lalu apa kegiatanmu sehari-hari ketika tidak sedang membalap?

Saya suka mendengarkan musik, bermain video game, bermain internet di komputer saya dan bermain dengan teman-teman saya. Hidup itu cuma sekali, jadi Anda harus menikmatinya

Jenis musik apa yang Anda sukai?

Saya suka sekali Linkin Park, Red Hot Chili Peppers, Nirvana, Phil Collins. Tergantung momen juga sih.

Saya tahu Anda adalah seorang fans fanatik sepakbola dan Barcelona ada klub favorit Anda. Kenapa Anda memilih itu ?

Barca? Hmmm. saya tinggal di Barcelona. It lah salah satu mengapa saya memilih Barca. Selain itu saya suka Barca karena mereka bermain dengan sangat baik, mereka banyak memainkan passing dan bola. Saya menyukai mereka permainan mereka dan mereka diisi banyak pemain berbakat.

Bagaimana peluang Barca menjuarai La Liga musim ini? Saat ini mereka tengah tertinggal 5 poin dari Real Madrid di puncak.

Saat ini lebih sulit untuk Barca untuk menang, karena Madrid tengah unggul lima poin. Tapi bagi saya tim terbaik tetap Barca dan mereka akan menyusul Madrid. Mudah-mudahan mereka mendapat beberapa kekalahan.

Sebagai orang Spanyol tentu Anda mendukung negara Anda untuk menjadi juara lagi di Piala Eropa. Menurut Anda siapa pesaing terberat Spanyol Di Piala Eropa?

Portugal, Inggris, Jerman dan juga Italia.

Ok Jorge, kini saya ingin bertanya soal Twiitter. Follower Anda itu terbanyak kedua dari Indonesia, setelah Madrid. Apa pandangan Anda soal ini?

Saya terkejut mengetahui itu. Contohnya saja Facebook, fans saya di Jakarta lebih banyak dibandingkan di Madrid. Itu berarti saya lebih terkenal di Indonesia dibandingkan di negara saya. It's amazing dan sulit dimengerti memang. Namun, itu artinya Indonesia punya kultur untuk menyukai balapan lebih besar. Itulah mengapa saya mencintai Indonesia.

Indonesia itu negara kedua saya, saya tidak pernah ke negara lain sesering saya ke Indonesia jika saya tidak sedang membalap.

Mudah-mudahan saya bisa kembali ke Indonesia dengan menjadi juara dunia lagi dan menggelar pesta besar.

Ada pesan untuk masyarakat Indonesia dan khususnya para fans Anda?

Indonesia? Anda punya negara yang indah, jadi tolonglah jaga dan hormatilah itu. Juga untuk para fans yang mengikuti saya di televisi, twitter, dan facebook, Terima kasih banyak untuk cinta yang Anda berikan kepada saya. Saya tidak ingin mengecewakan Anda sekalian.

Selasa, 17 Januari 2012

Home | Sport Alasan Lorenzo Sangat Betah di Yamaha


Jorge Lorenzo mengaku sangat betah bersama Yamaha. Pasalnya, sejak tim asal Jepang itu merekrutnya pada 2008, dia mendapatkan apa yang melebihi ekspektasinya.

"Yamaha selalu memberikan yang maksimal dan saya merasa di level yang tinggi. Itu terlihat ketika pergi ke mana pun, saya mendapat penerbangan yang bagus dan ditempatkan di hotel yang indah. Pokoknya, Yamaha memberikan semua yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan," ujar juara dunia 2010 tersebut dalam wawancara di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (15/1/2012).

Sebelum terjun ke MotoGP dan melakukan debutnya bersama Yamaha, Lorenzo sempat memperkuat tiga tim. Di kelas 125 cc selama tiga musim, pebalap Spanyol ini menunggang Derbi RS 125. Kemudian, pada musim pertama di kelas 250 cc, dia menunggang Honda RS250RW sebelum pindah ke Fortuna Lotus Aprilia (motor Aprilia RSW 250).

Pebalap berusia 24 tahun tersebut, yang menjadi juara dunia kelas 250 cc pada 2006 dan 2007, merasakan perhatian yang begitu besar dari Yamaha. Maka, tak heran jika dia tak sedikit pun punya keinginan untuk pindah ke tim lain selama masih mendapat kepercayaan penuh.

"Saya ingat pertama kali masuk rumah sakit. Dibandingkan dengan ketika masih di Aprilia, semuanya jauh berbeda. Yamaha menempatkan saya di rumah sakit yang begitu nyaman.

"Selain itu, Yamaha memberikan motor yang sangat bagus dan potensial untuk terus meraih prestasi, serta semuanya sangat maksimal," jelas Lorenzo, yang mengakui dirinya ingin menghabiskan karier di tim Garpu Tala tersebut.

Mengenai hubungannya dengan Ben Spies sebagai rekan setimnya, Lorenzo merasa tak ada masalah. Bahkan, menurutnya, mereka saling mendukung sehingga bisa tampil maksimal. Inilah yang tidak dirasakan ketika dirinya masih setim dengan legenda MotoGP yang sudah hijrah ke Ducati, Valentino Rossi.

"Ben adalah pebalap yang hebat, kuat, dan rendah hati. Ini menjadi motivasi agar tetap bisa bersamanya sehingga kami berdua bisa berusaha sekuat tenaga untuk mendorong hingga limit. Relasi kami juga sangat bagus."

Sebelum bertandem dengan Spies, Lorenzo lebih dulu menjadi rekan setim Rossi. Sayang, hubungannya dengan juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tidak harmonis, bahkan di garasi Yamaha terdapat tembok pemisah antara dirinya dan Rossi. Namun, tembok itu diruntuhkan sejak musim lalu ketika Rossi memutuskan pindah ke Ducati dan Spies yang sebelumnya menjadi andalan tim satelit Yamaha Tech 3 ditarik ke tim pabrik.