Blogger Widgets

Senin, 04 April 2011

Ben Spies, Seperti Lorenzo 2 Tahun Lalu

Terjatuhnya rider Yamaha, Ben Spies, di MotoGP Spanyol mengingatkan pada masa-masa sulit yang dialami Jorge Lorenzo sebelum akhirnya menjadi juara dunia MotoGP pada 2010.

Dua kali melakoni seri MotoGP musim ini, Ben Spies belum menampilkan performa yang signifikan. Di seri terakhir MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu 3 April 2011, rider asal Amerika Serikat itu mengalami nasib lebih tragis. Ia terjatuh tiga lap jelang finis.

Saat itu, Spies masih berada di posisi 2 di belakang juara dunia bertahan Jorge Lorenzo. Terjatuhnya Spies di Sirkuit Jerez de la Frontera sekaligus menggagalkan rencana pesta tim Yamaha untuk finis di posisi 1-2.

"Musim ini menjadi musim untuk belajar bagi Ben Spies. Ia seperti Lorenzo 2 tahun lalu. Dulu, Lorenzo juga beberapa kali terjatuh saat tampil bagus dan memimpin lomba," kata Marketing Communication Yamaha Indonesia, Paulus S Firmanto, menggambarkan pembalap yang disponsorinya itu.

Penampilan Spies memang mengingatkan kepada Lorenzo, 2 tahun lalu. Melakoni debut di pentas MotoGP pada 2008 setelah menjadi juara dunia kelas 250cc pada 2006 dan 2007, Lorenzo harus berjuang keras pada musim MotoGP 2009.

Ia sudah mampu bersaing dengan pembalap sekelas Valentino Rossi, Casey Stoner (juara dunia 2007), maupun kompatriotnya yang lebih dahulu tampil di MotoGP, Dani Pedrosa. Lima kali meraih pole position, 12 kali podium dan 4 kali juara seri menunjukkan Lorenzo mampu bersaing.

Sayangnya, penampilan apik Lorenzo tak diimbangi pengendalian emosi dan pengaturan strategi yang bagus di tengah peluang sangat terbuka menjadi juara dunia. Akhirnya, Lorenzo hanya finis di posisi runner up di belakang Valentino Rossi. Kondisi serupa juga dialami Spies.

Promosi

Ini menjadi musim ketiga bagi Spies di pentas MotoGP. Pada 2008, pembalap kelahiran Germantown, Tennessee, AS, 26 tahun lalu ini tampil sebagai wild card menggantikan pembalap Suzuki, Loris Capirossi di GP Inggris. Spies start dari posisi 8 dan finis di posisi 14 untuk langsung mendapatkan poin pertamanya di MotoGP. Ia juga finis di posisi 8 di Laguna Seca dan 6 di Indianapolis.

Sayangnya, penampilan menjanjikan Spies tak membuat Suzuki serta merta mengontraknya jadi pembalap permanen. Spies pun kembali membalap di AMA Superbike dan menjadi juara 2008.

Setahun berikutnya, Spies kembali membalap di Superbike, tapi kali ini di pentas World Superbike (WSBK). Tampil bagus di WSBK, Spies menerima tawaran Yamaha untuk menggantikan posisi James Toseland di Yamaha Tech 3 untuk balapan musim 2010. Spies memulai persiapan untuk musim 2010 dengan tampil bersama tim Yamaha Sterilgarda di seri terakhir MotoGP Valencia, November.

Hijrah ke MotoGP, bukan berarti Spies kehilangan fokus di Superbike. Ia menutup Superbike 2009 dengan menjadi juara dunia.

2010 menjadi pengalaman pertama Spies di MotoGP. Ia tampil impresif dengan finis di posisi 5 GP pembuka di Qatar. Ini menjadi raihan terbaik Spies di MotoGP sebelum meraih podium pertama di GP Inggris di posisi 3. Penampilan Spies semakin memukau dengan meraih pole position di GP AS dan finis di posisi 2. Finis di posisi 6 di akhir musim menobatkan Spies menjadi debutan terbaik alias Rookie of The Year MotoGP 2010.

Musim ini, Spies promosi dari tim satelit Yamaha Tech 3 ke tim utama Yamaha Racing mendamping Lorenzo. Tentu, ini menjadi pengalaman baru baginya. Seperti penuturan Communication Manager Yamaha, William Favero, musim ini timnya memberikan setelan baru baik di motor Spies maupun Lorenzo.

“Saya memang masih harus belajar banyak di MotoGP. Setelan motor dan cara membalap di Superbike dan MotoGP sangat berbeda,” ujar Spies seusai terjatuh di Sirkuit Jerez kepada wartawan termasuk VIVAnews yang berkesempatan menyaksikan langsung MotoGP Spanyol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar