Blogger Widgets

Selasa, 02 Juli 2013

Kronologis Kamis s.d Sabtu Jorge Lorenzo & perjuangannya di Assen

Copas dr Twitter @JL99Land


Kamis, 27 Juni 2013. Turn 13 Jorge crash hebat di atas kecepatan 200km/jam di Assen, Sirkuit favoritnya. Sejauh 25 kaki dari tempat Jorge crash, photografer terus memotretnya, memotret kesakitan Jorge saat masuk ke ambulan yg membawanya.

Tim Yamaha masih tenang, Capirossi bilang "Hanya patah tulang selangka". WT* "HANYA???" Memang pensiunan MotoGP ini gila -_- (bukan kata aku)

Dr.Xavier Mir, jurnalis, tim, Jorge tiba di RS. Ia (Jorge) menangis di RS. Menangis karena MARAH! BKN krn Sakit, BKN krn keretakan tulang.

Albert Valera (Manager JL) hanya gelisah mmikirkan gmn utk menemukan ahli bedah trbaik dgn cepat, supaya bisa mngoperasi Jorge. Lin Jarvis tidak pernah meninggalkan Albert & Hector. Ketenangn tiga eksekutif ini kontras dgn kegelisahan media+fans, gelisah utk tau gmn keadaanya?

Jorge di RS sirkuit pasca crash sempat berteriak "Saya ingin dioperasi segera, saya harus ke ruang operasi".
Jorge : "Ini msh 2 hari sebelum balap". Ia minta Albert utk cepat bertindak supaya bisa cepat dioperasi. Race di hari Sabtu itu mungkin.

Dr. Xavier "Selangka Jorge rusak lagi, selangka kiri. Tulang itu memang sudah tidak dalam bentuk aslinya. Kita harus buat implan khusus utk mmperbaikinya."

Albert bikin ksepakatan dgn Dr.Mir utk mengoperasi Jorge di Belanda, Dr. Xavier Mir menelefon utk mencari ruang operasi di Gronigen....(Gronigen- sebuah tempat di Belanda). Dokter di sirkuit setuju utk menyingkirkan cedera internal yg lebih luas.
Groningen dipilih krn pralatan & ada dokter spesialis yg akan mlakukannya dgn Dr.Xavier Mir. Jorge kliatan trsenyum krn akan dioperasi.

Tp Nasib buruk terjadi!!Argh! Tak ada ruang operasi yg trsedia, Jorge ga nyerah. "Cari pesawat kecil, kita trbang ke Barcelona" !
Kamis malam, Dorna kasih solusi, mereka punya jet pribadi yg dipakai selama Grandprix yg bisa dibawa ke Barcelona.
Kepala Jorge udah mendidih, pengen banget balap, PENGEN.. PENGEN BANGET!!! Apa pun pokoknya harus operasi skrg balap Sabtu!

Terbang ke Barcelona malam, jalani operasi, terus balik ke Assen pagi harinya? Itu ga mungkin.. Kata Dr.Mir
Dr.Mir ga bisa ikut ke Barcelona krn bertanggung jawab besar di Assen.

Kamis, jam 9 malam Lorenzo di Groningen Airport dgn Albert, Hector, Dr.Michele Zasa + Wilco & 1 org lg (ga disebut).

Kamis, 11.30 malam tiba di rumah sakit umum Catalunya. Dr. Mir menemukan lagi tidak ada operasi di Rumah Sakit itu.
Dokter di Barcelona saat itu Dr.Joaquin Rodriguez diasisteni Dr.Anna Carreras, Dr.Marcos Cribs dan Dr Zasa.

Sebelum ia dibius, kata-kata terakhirnya "Apa pesawatnya udah siap untuk besok?" --> SUMPAH YA INI BENER-BENER NEKAT ATAU APA ??

Jumat dinihari, Operasi berlangsung 2 jam berakhir sekitar jam 4 subuh waktu Barcelona .
Wilco sempet becanda. "Ini di Belanda, Kita akan plesterin lukanya dan ayo balap!" o_o.. ha ha *belaga cuma luka baret jatoh main bola :P

"Operasinya ga mudah,diagnosis pertama kami patah tulang yg rapi, tp stlh dibuka kmi lihat ada bbrp serpihan.Lebih rumit" kata Dokter.

Pas kebangun dari Anestesi. Reaksi prtama Jorge baik, sangat kelelahan. Dia bilang "Kita akan ke Assen"

Jumat, 3 sore pesawat dr Barcelona ke Groningen. Jorge bayar semua sendiri, jet pribadi + rumah sakit(20%) dr kantong sendiri.

Dr. Joaquin Rodriguez janji, kalo Jorge percaya diri, tidak ceroboh & tidak hujan di Assen boleh coba tes medis utk WU.

Jumat, jam 6 sore Jorge sdh datang ke Assen lagi. Ia sangat kelelahan. Jorge beristirahat full di motorhomenya. Sebelum tidur ia berlatih pushups demi bisa race Sabtu nya.

Sabtu, jam 8.30 Jorge punya janji utk pemeriksaan kesehatan. Akan menentukan dia bisa ikut WU atau tdk.
Peraturan medis sirkuit itu bukan ditentukan dokter, motogp, clinica mobile/siapapun yg bisa menjamin seorang pebalap tampil. Hanya dokter sirkuit yg bertanggung jawab akan keselamatan/kesehatan pebalap hingga bisa tampil.

FlasBack2011 dulu day1 Edrward pernah operasi collarbone sama Dr.Mir, ingin balap Minggu. Sayang tidak lolos. Edward diperintahkan pushup 20 kali di kantor Dr.Mir dan dia tidak sanggup. Akhirnya Dr. Mir minta dy istirahat full.

Dokter : "Jorge, Jika kamu bisa melewati tes medis, kamu boleh ikut beberapa lap di WU atau tunggu beberapa jam untuk race.."

Semua media membahasnya, berita paling hangat seantero MOTOGP. Cedera- WU- 11 laps-ke8. Jorge tercepat ke-8 saat WU dan berjuang keras untuk bisa Balap Assen, targetnya dapet 5 poin.

Dan yg Jorge dapatkan posisi 5, 11 poin, hnya beda 9 angka dr Dani Pedrosa yg tidak bisa memaksimalkan kesempatan ini.
Selesai race Jorge sangat terharu, disambut tepuk tangan meriah, pelukan dari semua krunya.

Diluar box terlihat Ricky Cardus, suasana makin haru biru..BANGGA.. BANGGA bisa finish ke-5 dalam 3 hari yg sangat sulit.

Kabar terbaru, Kemarin Senin sore Jorge periksa plat titaniumnya di RS Umum Catalunya.
"Upaya fisik setelah GP Belanda kelihatanya berdampak, Xray mmperlihatkan perbaikan selangka yg tidak akan menghalangi Jorge utk bisa race di Jerman"
Dokter : "Saat ini Lorenzo sedang beristirahat untuk pemulihan area area yang terluka".

Mari doakan Jorge Lorenzo ;)

Senin, 01 Juli 2013

Wawancara Kilat nih kayak nya...

How did you feel when you got to your garage after the race?

"I couldn’t avoid crying. I am not a person who cries easily, but I couldn’t help it and when the whole team applauded me I cried more and when my friend Ricky (Cardus) came to see me, even more."

Were you crying more from emotion or pain?
"For the emotion of having done something that seemed impossible.


Bagaimana perasaan Anda ketika Anda sampai ke garasi Anda setelah balapan?

"Aku tidak bisa tidak menangis. Aku bukan orang yang mudah menangis, tapi aku tidak bisa membantu dan ketika seluruh tim memuji aku menangis lebih banyak dan ketika teman saya Ricky (Cardus) datang menemui saya, bahkan lebih. "

Kau menangis lebih dari emosi atau rasa sakit?

"Untuk emosi telah melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil."

Komentar Ayah Jorge Lorenzo

Chico Lorenzo, ( Padre de Jorge ) : "Los deportistas nos emocionan porque representan los valores que a todos nos gustaría tener, son los héroes de nuestro tiempo. Ayer Giorgio nos demostró que siempre podemos hacer mas, que siempre podemos dar mas, que el limite siempre esta mas allá de lo que pensamos, que tenemos que seguir luchando cuando todo esta en contra. Admiro a mi hijo, sus ganas de mejorar como deportista y como persona son enormes. Esta foto de su sufrimiento bajo la visera del casco lo dice todo, nos lo dice todo."


Chico Lorenzo (father of George): "The athletes we are thrilled because they represent the values that we all like to have, are the heroes of our time. Yesterday Giorgio showed us that we can always do more, we can always give more, that the always limit beyond what we think, we have to keep fighting when everything is against. admire my son, his desire to improve as an athlete and as a person are huge. this photo of their suffering under the helmet visor says all tells us everything. "

Chico Lorenzo (ayah George):. "Para atlet kami sangat gembira karena mereka mewakili nilai-nilai yang kita semua ingin memiliki, adalah pahlawan waktu kita Kemarin Giorgio menunjukkan kepada kita bahwa kita selalu bisa berbuat lebih banyak, kami selalu bisa memberikan lebih, bahwa selalu membatasi melampaui apa yang kita pikirkan, kita harus terus berjuang ketika semuanya melawan. mengagumi anakku, keinginannya untuk meningkatkan sebagai seorang atlet dan sebagai orang besar. foto ini penderitaan mereka di bawah visor helm mengatakan semua menceritakan segalanya. "

Man of Steel, Julukan Baru Jorge Lorenzo

TRIBUNNEWS.COM – Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo mendapatkan julukan baru sebagai rider "Man of Steel" di arena balap MotoGP. Baru berselang 36 jam dari operasi patah tulang rusuk dengan dipasang pelat titanium delapan baut, rider nomor 99 itu masih bisa ikut balapan di sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (29/6/2013).

Perjuangan Lorenzo dalam mempertahankan gelar juara dunia luara biasa. Start dari posisi 12 dia melesat ke posisi kelima dalam dua lap saja. Dan sempat merebut posisi keempat dari Cal Crutchlow di lap keempat.

Namun makin lama balapan, dia makin kehabisan tenaga dan setelah kemampuannya terus menurun itu, posisinya kembali disalip oleh Crutchlow.

Setelah berjuang mati-matian sepanjang balapan, dia terlihat lesu. Laksana seorang ksatria yang terluka, Lorenzo tertunduk memegangi rusuk kirinya. Sepertinya dia hampir kehabisan tenaga dan menahan rasa sakit dari luka bekas operasi di rusuknya setelah menempuh 26 lap balapan. Beberapa kru tim segera membantunya turun dari kuda besi.

Tim Yamaha yang tengah bersukacita karena Valentino Rossi yang berhasil jadi juara pun tetap bangga dengan prestasi Lorenzo yang bisa meraih tambahan 11 poin dengan finis kelima. Setelah balapan, dia masih memiliki harapan mempertahankan gelar juara dunia. Dengan usaha kerasnya itu, selisih poin dari Dani Pedrosa hanya terpaut 9 poin. Dua poin lebih banyak dibandingkan sebelum balapan.

"Rasanya ini hal yang tak mungkin dan sulit dipercaya pada saat beberapa menit setelah kecelakaan yang saya alami. Tapi ternyata semua ini bisa terjadi. Kami memberanikan diri untuk melakukan operasi di hari yang sama, (tapi) jika saya harus menunggu dulu maka tentunya dokter akan melarang saya untuk ikut balapan," kata Jorge Lorenzo di situs resmi MotoGP.

"Saya merasa fisik saya siap pada awal balapan, tapi setelah tujuh lap, setiap lap saya merasa kondisinya makin buruk. Rasanya sangat sulit saat akan mengubah belokan, melakukan pengereman, dan melakukan akselerasi. Jadi saya tak bisa melakukan lebih baik lagi dari finis di posisi kelima," kata Lorenzo.

Hasil balapan tersebut membuat Lorenzo masih aman di peringkat kedua klasemen dan hanya terpaut sembilan poin dari Pedrosa. Keduanya akan siap bersaing lagi di sirkuit Sachsenring-Jerman dua pekan mendatang.

"Hasilnya saya hanya kehilangan dua poin lagi dari Pedrosa yang saat ini memimpin klasemen. Posisi kelima ini rasanya jauh lebih berharga dari kemenangan manapun yang pernah saya raih dalam karier. Saya berharap bisa menjalani pemulihan yang bagus untuk menghadapi balapan di Jerman. Saya tidak akan siap 100 persen tapi saya harap kondisinya nanti bisa lebih baik di sana," katanya.

Beberapa saat setelah dia mendapat bantuan dari kru tim Yamaha saat turun dari motor, Lorenzo pun kemudian mengungkapkan perasaan senangnya dengan kemenangan yang diraih rekan setimnya, Rossi.

"Saya senang dengan apa yang diraih Valentino. Lebih dari dua tahun tak pernah merasakan kemenangan adalah hal yang berat dirasakan oleh dia, jadi saya senang dengan kemenangan yang diraih oleh partner di garasi saya. Setelah uji coba Aragon Saya pikir dia telah membuat beberapa kemajuan dan di sini dia memperoleh keuntungannya," katanya.

Tantangan lainnya yang akan dihadapi di Sachsenring oleh Lorenzo adalah dia belum pernah merasakan kemenangan di sana dalam sepanjang karier balapnya di MotoGP. Bahkan saat di kelas 125cc dan 250cc pun dia belum bisa menaklukkan Sachsenring.

Lorenzo: Finis Kelima Lebih Baik dari Kemenangan Manapun! 99

Bola.net - Pebalap Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo mengaku bahwa finis kelima di MotoGP Belanda, Sabtu (29/6) merupakan hasil yang lebih baik dari seluruh kemenangan yang pernah ia peroleh selama berkarir di Grand Prix.

Pada hari Kamis (27/6), Lorenzo menjalani operasi tulang selangka kiri akibat kecelakaan hebat di sesi latihan bebas kedua. Meski belum sembuh, ia ngotot ingin turun di sesi balap dua hari berikutnya.

"Awalnya saya tak percaya bisa ikut balapan. Namun saya berani menjalani operasi di hari yang sama saat saya mengalami kecelakaan. Jika saya harus menunggu operasi pada hari Jumat, maka para dokter tak akan mengizinkan saya balapan," ujarnya.

Tim medis menilai bahwa kondisi Lorenzo cukup fit untuk mengikuti balapan, namun pebalap Spanyol ini mengaku merasa sangat kesakitan ketika balapan mencapai lap ketujuh.

"Kami berhasil ikut balapan hari ini. Saya cukup berani pada lap-lap awal, karena menyalip para lawan dengan cedera ini sangatlah sulit," lanjutnya. "Pada awalnya saya merasa baik-baik saja, namun setelah tujuh lap kondisi saya memburuk."

Juara dunia bertahan ini juga berpendapat bahwa hasil finisnya kali ini lebih baik dari kemenangan manapun yang pernah ia raih. Lorenzo pun berharap dirinya sudah pulih saat menjalani MotoGP Jerman, 12-14 Juli mendatang.

"Saya tak bisa finis lebih dari posisi kelima. Namun finis kelima kali ini bahkan lebih baik daripada semua kemenangan yang pernah saya raih. Semoga saya sudah pulih di Jerman. Di sana mungkin saya tak akan 100 persen fit, namun saya jelas berharap hasil balapnya akan lebih baik dari ini," tutup Por Fuera.

Komentar Pembalap Lain Setelah Race Assen

Keputusan Jorge Lorenzo untuk tampil pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu 29 Juni 2013, menuai pujian. Padahal, pembalap Yamaha itu baru saja mengalami patah tulang selangka 48 jam sebelum balapan.
Lorenzo mengalami kecelakaan tunggal saat latihan bebas kedua di Assen, Kamis 27 Juni 2013.
Juara dunia MotoGP 2010 dan 2012 itu kemudian menjalani operasi untuk memperbaiki cedera patah tulang selangka di Barcelona, Jumat 28 Juni 2013.
Semula, Lorenzo diprediksi harus absen. Namun, secara mengejutkan pembalap asal Spanyol itu tetap tampil di Assen. Bahkan Lorenzo berhasil finish di posisi lima besar.
"Saya terkesan dengan cara Lorenzo kembali dari cedera hanya dalam dua hari. Lorenzo menunjukkan bahwa dirinya tangguh dan kuat. Dia tampil sangat cepat, meski saya yakin dia sangat kesakitan," ujar pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, seperti dilansir MCN.
Peraih posisi ketiga di Assen, Cal Crutchlow, mengaku malu setelah sempat disalip Lorenzo di awal balapan. Padahal Crutchlow memulai balapan dari pole position, sedangkan Lorenzo dari posisi ke-12.
Marc Marquez (Honda), yang finish di posisi kedua, mengaku terkejut dengan keputusan Lorenzo tetap membalap di Assen.
"Saya sangat menghormati Lorenzo, karena apa yang dilakukannya sangat mengejutkan. Dia mengambil risiko, sekaligus meraih 11 poin untuk menjaga peluang di kejuaraan. Dia tahu poin itu sangat penting. Anda harus pintar saat membalap jika mengalami cedera selangka,""Posisi kelima adalah hasil yang bagus bagi sebagian besar pembalap. Sangat memalukan bagi banyak pembalap, dan ketika Lorenzo menyalip saya, saya sangat malu. Saya terkejut dia tampil cepat di awal balapan," ucap Crutchlow.

Kisah Hebat Jorge "Man of Steel" Lorenzo di Assen

ASSEN, KOMPAS.com — Tak bisa dibantah, GP Belanda akhir pekan ini menghadirkan banyak kisah luar biasa dan istimewa dalam perjalanan MotoGP musim ini. Salah satunya adalah kisah "Man of Steel".

Bukan. Ini bukan kisah Superman, tokoh heroik dalam dunia kartun yang sudah masuk dalam layar lebar. Namun, tentang Jorge Lorenzo yang membalap dengan collarbone atau tulang selangka baru saja dioperasi, sehari sebelumnya.

Beberapa orang bahkan mengatakan apa yang dilakukan pebalap Yamaha ini sebagai sebuah keajaiban. Bayangkan, Kamis (27/6/2013) sore waktu setempat dia mendapat kecelakaan parah saat menjalani sesi latihan bebas kedua, yang membuat collarbone-nya cedera.

Lorenzo harus diterbangkan ke Barcelona untuk menjalani operasi pembetulan collarbone yang berlangsung selama sekitar dua jam, Jumat dini hari. Jumat malam, hanya beberapa jam setelah operasi, dia sudah hadir lagi di Assen.

Sabtu pagi dia menjalani tes medis dan dinyatakan sehat untuk mengikuti sesi pemanasan. Pebalap 26 tahun ini berhasil mencatat waktu tercepat kedelapan.

Setelah itu dia menjalani tes medis kedua dan mendapat lampu hijau untuk ikut balapan sore harinya. Lorenzo pun turun ke lintasan dan memulai balapan dari posisi start ke-12. Hasilnya, dia berhasil finis kelima!

"Saya merasa baik-baik saja secara fisik pada awal balapan. Tapi setelah lap tujuh, setiap putaran semakin bertambah parah. Sangat sulit untuk mengubah arah, mengerem, dan melakukan akselerasi. Jadi, saya tidak bisa melakukan lebih dari posisi lima," cerita pemilik dua gelar juara dunia tersebut.

Hasil ini membantu Lorenzo bertahan di posisi dua dengan hanya tertinggal sembilan angka dari Dani Pedrosa di puncak klasemen.

"Finis kelima ini lebih baik dari kemenangan mana pun sepanjang karier saya. Saya berharap bisa pulih dengan baik untuk balapan Jerman. Saya tidak akan 100 persen, tapi berharap akan lebih baik dari pada di sini," tegasnya.

Pencapaian Lorenzo ini jadi kemenangan luar biasa bagi kubu Yamaha. Rider mereka lainnya, Valentino Rossi, berhasil keluar sebagai juara.

"Saya senang untuk Valentino. Lebih dari dua tahun tanpa kemenangan tentu sangat berat baginya, jadi saya sangat senang untuk teman satu garasi saya.

"Setelah (uji coba) Aragon, saya rasa dia membuat peningkatan dan di sini dia mendapat keuntungan dan kesempatan," tutup Lorenzo yang belum sekali pun meraih kemenangan di Sirkuit Sachsenring Jerman, di semua kategori.