Blogger Widgets

Minggu, 06 November 2011

Tetap Balapan dan Raungan Semenit untuk Simoncelli

MotoGP Valencia yang akan ditutup dalam balapan akhir hari ini, Minggu, 6 November 2011, akan menjadi seri pamungkas yang kelam. Ini tak lepas dari bayang-bayang kesedihan pembalap atas meninggalnya Super Sic, Marco Simoncelli, dalam balapan sebelumnya di Sepang, Malaysia, 23 Oktober lalu.

Para pembalap sepakat memberikan penghormatan mereka kepada Super Sic dalam akhir kompetisi musim ini. Caser Stoner, misalnya, memastikan performa terbaiknya demi Simoncelli, meski sulit baginya menjalani balapan setelah insiden tragis Simoncelli. "Saya pikir balapan bagus adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan untuk memberi penghormatan kepada Marco," kata Stoner seperti dikutip Autosport.

Tim Honda Gresini, misalnya, belakangan akhirnya menganulir keputusan untuk absen pada seri terakhir MotoGP 2011 demi Simoncelli. Hiroshi Aoyama bahkan akan tampil seorang diri membela panji Honda Gresini di seri terakhir balapan musim 2011 itu. Adapun di Moto2, Yuki Takahashi dan Michele Pirro bakal turun membela tim Honda Gresini.

"Ini bukan keputusan mudah. Kami melakukannya demi Marco," kata Gresini. "Berlomba di lintasan Valencia menjadi cara terbaik untuk menghormati dia, dengan melakukan sesuatu yang paling dicintainya: membalap dan merasakan pengalaman di dunia MotoGP."

Hari ini, tim San Carlo Honda Gresini memenuhi janji mereka untuk datang ke Valencia dan memamerkan semua kenangan tentang pembalap andalannya, Marco Simoncelli. Helm, motor RC212V, foto, dan semua hal tentang Simoncelli dipajang di garasi.

Sejumlah pembalap memberi penghormatan dengan caranya. Andrea Dovizioso, misalnya, berencana menggunakan jaket balap dengan aksesoris nomor 58 milik Super Sic. Pembalap veteran Loris Capirossi akan menggunakan nomor 58 di motornya. Adapun Valentino Rossi kabarnya akan mengenakan replika helm yang digunakan sobat kentalnya tersebut saat kecelakaan.

Sang ayah, Pablo Simoncelli, meminta seluruh pembalap mengenang Marco dengan membuat raungan gas motor mereka, "raungan semenit", untuk mengenang anaknya.

"Daripada mengheningkan cipta untuk Marco, aku lebih memilih satu penuh gemuruh. Semua mesin dari sepeda motor MotoGP, Moto2, dan 125 cc harus dihidupkan dalam semenit dan dibunyikan sekeras-kerasnya secara bersamaan," kata Pablo Simoncelli dalam wawancaranya dengan sebuah televisi, Domenica Cinque, di Roma, 31 Oktober lalu.

Pablo Simoncelli mengaku terhibur dengan cara kawan-kawan Simoncelli mengungkapkan rasa dukacita mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar